Showing posts with label Security. Show all posts
Showing posts with label Security. Show all posts

Membuka Task Manager yang Dikunci Virus

Selain mengunci registry editor dan mendisable folder options, virus juga mengunci sebuah tool windows yang lain, yaitu Task Manager. Hal ini disebabkan oleh karena fungsi task manager yaitu untuk mengelola program dan process yang berjalan di komputer. Jika task manager masih bisa digunakan, kemungkinan besar user akan bisa membunuh proses dari virus tersebut. Memang ada cara lain yang bisa Anda gunakan untuk membunuh process yang berjalan di komputer, seperti membunuh process melalui command prompt. Namun, banyak dari Anda yang tidak begitu familiar dalam menggunakannya. Jadi, untuk membunuh process virus yang berjalan di komputer, Anda lebih suka menggunakan task manager. Oleh karena itu pada ratikel kali ini Dunai Komputer akan membahas cara membuka task manager yang dikunci oleh virus.

Nah, agar kita bisa membunuh process virus yang berjalan di komputer maka kita harus mengaktifkan task manager yang di-disable oleh virus. Caranya pun tidak susah, mirip dengan cara membuka folder options yang di kunci virus.

Untuk membuka task manager yang dikunci oleh virus, ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Klik Start »» Run. Ketik "regedit" (tanpa tanda kutip) pada jendela Run dan tekan Enter untuk membuka Registry editor. Jika Registry Editor tidak bisa dibuka, baca cara membuka registry editor yang dikunci oleh virus terlebih dahulu.

  2. Pada jendela Registry Editor, bukalah path "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System"

  3. Key Policeis System
  4. Pada sisi sebelah kanan jendela, carilah value yang bernama "DisableTaskMgr" (tanpa tanda kutip). Hapus key tersebut.

  5. Value Disable Task Manager
  6. Anda juga bisa merubah valuenya dengan melakukan double klik. Pada jendela edit value, rubah value dari 1 menjadi 0.

  7. Edit Value Disbale Task Manager
  8. Tutup jendela Registry Editor.

Semuanya telah selesai. Sekarang coba mengakses task manager dengan menekan tombol kombinasi keyboard Ctrl + Alt + Delete. Jika task manager tidak terbuka juga, coba ulangi langkah-langkah tadi. Pastikan Anda sudah menghapus value "DisbaleTaskMgr" atau merubah nilainya menjadi 0.

Sekian tutorial cara membuka task manager yang dikunci oleh virus. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Mengembalikan Folder Options

Pada artikel sebelumnya yaitu cara membukan registry editor yang dikunci oleh virus, saya berjanji akan membahas mengenai cara mengembalikan Folder Options yang disembunyikan oleh virus. Saya rasa Anda pernah mengalami kalau folder options hilang dari menu tool windows explorer setelah komputer terkena virus. Walaupun virus telah dibasmi dengan menggunkan Antivirus, Folder Options tidak muncul juga. Baik di control panel dan di menu Tools Windows Explorer. Oleh karena itu, pada artikel Dunia Komputer kali ini, saya membahas cara mengembalikan atau memuncukan kembali Folder Options yang disembunyikan oleh virus.

Untuk menyembunyikan atau memunculkan Folder Options, sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda hanya cukup melakukan sedikit perubahan pada Registry Windows. Jika Anda ingin menghilangkan folder options, anda hanya menambahkan 1 buah value pada Registry. Hal inilah yang dilakukan oleh virus untuk menyembunyikan folder options. Oleh karena itu, untuk mengembalikan Folder Options, kita mesti menghapus value yang dibuat oleh virus tersebut. Value apa yang dibuat oleh tersebut? Bagaimana cara mengembalikan folder options? Berikut langkah-langkahnya:
  1. Buka Registry Editor. Dengan mengklik Start »» Run. Ketik "regedit" (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.

  2. Pada jendela Registry Editor, bukalah key "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Policies\Explorer\".

  3. Key Explorer
  4. Pada sisi jendela sebelah kanan, cari value yang bernama "NoFolderOptions". Value inilah yang menyebabkan Folder Options tidak muncul di windows Explorer dan di Control Panel.

  5. Value NoFolderOptions
  6. Jika ketemu, rubahlah nilai value tersebut menjadi 0. Anda juga bisa menghapus value tersebut.

  7. Edit Value NoFoloder Options
  8. Dan tutup jendela registry Editor.

Sampai disini cara mengembalikan Folder Options telah selesai. Namun, mungkin sja folder options Anda belum muncul. Oleh karena itu, silahkan restart komputer terlebih dahulu. Setelah komputer restart dan Anda telah kembali ke desktop Anda, cobalah mengklik menu Tools pada Widows Explorer. Jika Anda melakukan langkah-langkah mengmbalikan folder options tadi dengan benar, saya yakin folder options sudah muncul kembali.

Demikian tips singkat tentang cara mengembalikan Folder Options yang dikunci oleh virus ataupun oleh Administrator Anda. Pada artikel selanjutnya saya akan membahas cara mengembalikan Task Manager yang dikunci oleh virus. Semoga membantu dan Selamat mencoba!

Membuka Registry Editor yang Dikunci Oleh Virus

Artikel kali ini masih berbicara mengenai cara mengatasi kerusakan sistem yang di akibatkan oleh virus. Setalah sebelumnya Dunia Komputer membahas mengenai cara menampilkan file atau folder yang disembunyikan virus, kali ini saya akan mengajak Anda untuk membahas bagaimana cara membuka Registry yang dikunci oleh virus agar Registry Editor bisa kita buka lagi. Tentu saja tanpa mesti mengistal sebuah software. Kenapa harus Registry Editor yang harus dibuka pertama kuncinya? Seperti yang kita ketahui, kebanyakan virus akan mengunci tool-tool penting system windows, seperti Task Manager, Folder options, Control Panel, CMD dan tool-tool lainnya. Hal ini bertujuan untuk melindungi dirinya (virus tersebut). Sedangkan untuk bisa mengaktifkan kembali Task Manager, Folder options, Control Panel atau CMD, kita harus merubah setting di registry editor. Jika Registry Editor saja sudah terkunci, bagaimana kita bisa mengatasi masalah tersebut?

Melihat permasalah diatas, maka yang pertama kali kita lakukan adalah mengaktifkan kembali Registry editor yang dikunci oleh virus. Bagaiman caranya? Saya mempunyai sebuah tips dan trik yang bisa dibilang cukup ampuh untuk membuka registry editor yang dikunci oleh virus. Caranya yaitu dengan menggunakan VB Script atau yang disingkat VBS.

Kenapa menggunakan VB Script? Saya bisa saja menggunakan Registration Entries (reg) atau Command Prompt untuk membuka registry Editor. Mungkin begitu pendapat Anda. Namun, menurut saya cara membuka registry editor tersebut tidak mempan. Saya sudah pernah mencoba menggunakan CMD dan Registration entries (file .reg) untuk membuka registry editor yang dikunci virus. Tapi hasilnya tidak mampu untuk membuka registry editor yang dikunci virus. Jika Anda menggunakan file REG maka akan keluar sebuah dialog yang berbunyi "Registry editing has disabled by your administartor".

Error yang muncul ketika menggunakan registration entries
Jika Anda menggunakan CMD, hasilnya juga akan sama. Pada CMD akan keluar tulisan yang sama pula yaitu "Registry editing has disabled by your administartor".

Error yang muncul ketika menggunakan CMD
Namun, jika kita menggunakan VB Script, tidak akan keluar dialog atau tulisan seperti itu. Registry Editor yang dikunci oleh virus akan bisa kita buka.

Lalu bagaimana cara membuat VB Script untuk membuka Registry Editor? Apa mesti menggunakan sebuah software untuk membuatnya? Cukup mudah. Kita hanya menggunakan Notepad untuk membuatnya. Berikut cara membuat VB Script untuk membuka Registry Editor:
  1. Buka Notepad. Anda bisa membuka kotak Run dan mengetik "notepad" (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter.

  2. Pada jendela Notepad, ketik perintah berikut:

    dim b
    set b = createObject ("WScript.Shell")
    PolSys = "HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\"
    rdw = "REG_DWORD"
    b.Regwrite PolSys & "DisableRegistryTools", "0", rdw

    kemudian klik menu File »» Save As.

  3. Di jendela Save As, pilih All Files pada pilihan Save As Type dan berikan ekstensi ".vbs" untuk name filenya. Misalkan nama filenya "EnableRegedit.vbs".

  4. Simapn sebagai VB Script
  5. Klik tombol OK dan tutup jendela Notepad.

Kini Anda sudah mempunyai sebuah file VB Script yang akan Anda gunakan untuk membuka registry Editor yang dikunci oleh virus. Anda tinggal mengeksekusi (melakukan double klik) terhadapat file VB Script tadi untuk membuka registry editor komputer yang dikunci oleh virus. Setalah itu, cobalah membuka Registry Editor Anda dengan mengetik "regedit" pada kotak Run. Apah berhasil? Jika tidak, coba periksa kembali perintah yang Anda ketik pada file VB Script Anda tadi. Untuk mengedit file VB Script, klik kanan file tersebut dan pilih menu Edit. Maka file tesebut akan terbuka di Notepad.

Sampai disini dulu artikel cara membuka Registry Editor yang dikunci oleh virus. Semoga berguna dan selamat mencoba. Pada artikel berikutnya, saya memberikan cara untuk mengembalikan folder options yang dikunci oleh virus. Agar Anda tidak ketinggalan artikel tersebut, silahkan berlanggan artikel Dunia Komputer secara gratis. Caranya bisa Anda baca di artikel Cara berlangganan artikel blog melalui email.

Mengembalikan File atau Folder yang Disembunyikan Virus

Saya yakin banyak dari Anda yang komputernya pernah terserang virus. Sebagian besar dari Anda bisa membasmi virus tersebut dengan Antivirus, seperti Avira Personal, Kaspersky, Smandav atau PCMAV. Masalahnya sekarang adalah ada beberapa virus yang menyembunyikan file atau folder. Banyak sekali data-data Anda yang tersimpan dalam file atau folder tidak bisa Anda lihat. Walupun virus tersebut tersebut telah Anda basmi dengan Antivirus, namun file atau folder Anda masih saja tidak muncul di Windows Explorer. Kenapa? Hal ini disebabkan karena beberapa virus tersebut memeberikan attribute hidden dan system kepada file atau folder tersebut.

Lalu bagaimana cara mengembalikan/menampilkan kembali file dan folder yang disemunyikan virus? Caranya adalah dengan mengatur agar komputer menampilkan file atau folder yang beratribut hidden dan system yaitu melalui folder options. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Buka Windows Explorer.

  2. Klik menu Tools »» Folder Options.

  3. Pada jendela folder options, hilangkan tanda pada pilihan "Show hidden files and folder". Pilihan ini berfungsi untuk menampilkan file atau folder yang beratribut hidden.

  4. Kemudian untuk menampilkan file yang beratribut system, hilangkan tanda cek (rumput) pada pilihan "Hide protected operating system files (Recommende)".

  5. Folder Options
  6. Selanjutnya klik OK untuk menyimpan setting dan menutup folder options.

Sekarang coba periksa file atau folder Anda yang disembunyikan virus tadi. Apakah sudah muncul di windows explorer? Jika sudah, coba perhatikan file atau folder tersebut. File atau folder tersebut akan terlihat samar-samar bukan?

Sekarang bagaimana cara mengembalikan atrribute file dan folder tersebut agar normal kembali? Agar apabila nanti di bawa ke komputer lain yang tidak Anda set seperti tadi, file dan folder tersebut kelihatan. Untuk melakukan ini Anda membuthkan bantuan sebuah software. Software yang Anda butuhkan adalah software yang berfungsi untuk merubah atribut file atau folder. Salah satu software yang saya rasa cukup bagus adalah Attribute Changer.

Dengan menggunakan Attribute Changer Anda bisa merubah attribute file atau folder dengan mudah. Anda cukup mengklik kanan sebuah file atau folder, kemudian pilih Change attribute.

Konteks Menu
Pada jendela Attribute Changer pilihlah attribute yang sesuai. Agar Anda bisa menampilkan (mengembalikan) file dan folder yang disembunyikan virus, maka set attribute ke normal dan hilangkan tanda cek pada plihan hidden dan system.

Attribute Changer
Bagaimana? Mudah sekali bukan mengembalikan/menampilkan kembali file dan folder yang disembunyikan virus dengan Attribute Changer? Jika Anda ingin menggunakan software ini, silahkan download Attribute Changer secara gratis melalui link diakhir artikel. Dengan attribute changer, mengembalikan file dan folder yang disembunyikan virus jadi lebih mudah dan Anda tidak terlalu khwatir jika komputer terkena virus lagi. Namun, saya berikan saran sebelum komputer Anda terserang virus, lebih baik cegah virus menyerang komputer Anda. Caranya? Silahkan anda baca Tips menghindari serangan virus. Akhir kata, semoga software inibermanfaat dan Selamat mencoba!

Download Attribute Changer.

Free Download Avira AntiVir Personal 9.0.0.415

Free Download Avira AntiVir Personal 9.0.0.415

Avira AntiVir Personal Edition is a software that helps you protect and monitor your PC. Avira AntiVir software is a reliable free antivirus solution, that constantly and rapidly scans your computer for malicious programs such as viruses, Trojans, backdoor programs, hoaxes, worms, dialers etc. It's monitoring every action executed by the user or by the operating system and being able to react promptly when a malicious program is detected. Avira AntiVir protects your computer against dangerous viruses, worms, Trojans and costly dialers.

Avira AntiVir Personal is a comprehensive, easy to use antivirus program, designed to offer reliable free of charge virus protection to home-users, for personal use only, and is not for business or commercial use. It's available for Windows or UNIX.

The latest version introduces antispyware protections, scanning tech that can crack open "locked" files, improved internal security to prevent AntiVir's files from being maliciously altered, and one-click threat removal.

There are few interface changes in version 9, and older users are not likely notice anything different in the interface besides a refreshed banner logo. The main window offers a left side navigation with drop-down menus and a central pane for more detailed information. AntiVir opens to the Status menu, informing you of your last scan, your last definition file update, whether the real-time guard is active, and premium upgrade link. Events logs changes to the program and the Reports tab keeps a history of threats. Both are exportable.

The Local Protection and Administration navigation options reveal the Scanner, Guard, Quarantine, and Scheduler features. Combined with the Configuration button located at the top of the central pane, users can customize their scans as necessary. Quarantined file information is on display, with options to scan it again, restore, delete, and e-mail the file to Avira. The rebuilt heuristic engine retains the same choices from the previous version's, and can be turned on or off in part or in full and offers three intensity levels. The scheduler offers much that other free antivirus programs don't, and the help features are excellent, with mouse-over information on each feature.

You will notice the removal of the on-demand e-mail scan, and AntiVir is still challenging to fully uninstall. Despite these hang-ups and the nag screen that follows definition file updates, AntiVir offers such effective protection and a well-rounded set of features that as long as the updates keep coming, it'll be our first line of defense.

Free Download Avira AntiVir Personal 9.0.0.415

Download PCMAV 2.2 Terbaru (Oktober 2009)

Download PCMAV 2.2 Terbaru (Oktober 2009)

Download PCMAV 2.2 Terbaru (Oktober 2009). Dengan telah terbitnya majalan PC Media bulan Oktober 2009, maka terbit pula PC Media Antivirus (PCMAV) versi terbaru. Kali ini PCMAV dirilis dengan versi 2.2. PCMAV 2.2 merupakan PCMAV yang terbaru keluaran PC Media. Seperti biasa, setiap ada update PCMAV terbaru, Dunia Komputer telah menyediakan link Download PCMAV 2.2 Terbaru (Oktober 2009) ini.

Sebelum Anda melakukan Download PCMAV 2.2 Terbaru ini ada baiknya Anda simak apa saja update terbaru dari PCMAV 2.2? Berikut release note yang Dunia Komputer ambil dari Readme.txt PCMAV 2.2:
  1. UPDATED! Ditambahkan database pengenal dan pembersih 71 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 3025 virus beserta variannya, termasuk varian virus Conficker yang canggih, yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di PCMAV versi 2.2 ini.

  2. IMPROVED! Ditambahkan pengenal khusus yang dapat mengenali virus Induc yang sedang banyak dilaporkan di seluruh dunia.
  3. BUG FIXED! Kesalahan deteksi (false alarm) heuristik pada beberapa program dan script.

  4. IMPROVED! Perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan.

  5. IMPROVED! Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV tetap dapat menjadi antivirus kebanggaan Indonesia.

PCMAV 2.2 ini juga telah saya update pada tanggal 21 Oktober 2009. Tapi tidak salahnya Anda update lagi agar Anda mendapatkan update terbaru dari PC Media, empunya anti virus ini. Jika Anda ingin mengintegrasikan PCMAV 2.2 ini dengan Clam AV, Anda masih bisa menggunakan ClamAV veris 0.95.2. Karena versi terbaru dari Clam AV adalah versi 0.95.2. Jika Anda tidak mempunyai Clam AV 0.95.2, Anda bisa menggunkan Clam AV yang ada pada PCMAV 2.1 Fixed yang ada pada artikel Dunia Komputer terdahulu. Anda bisa membacanya kembali di PCMAV 2.1 Fixed + ClamAV 0.95.2.

Caranya adalah Anda download PCMAV yang ada pada artikel tersebut. Extract menggunakan WinRar atau 7Zip. Kemudian copy folder "plugins" yang ada pada folder PCMAV kemudian paste pada folder PCMAV 2.2 terbaru ini.

Ingin versi segera menggunakan PCMAV untuk melindungi komputer Anda? Click link di bawah:
Download PCMAV 2.2 Terbaru (Oktober 2009)

Download PCMAV Terbaru (September 2009)

PCMAV 2.1a

Dengan telah terbitnya majalah PC Media bulan September 2009, maka telah dirilis pula PCMAV versi terbaru. Kali versi dari PCMAV adalah PCMAV 2.1a. Kehadiran setiap versi terbaru dari PCMAV memang telah ditunggu-tunggu oleh banyak pengguna komputer di Indonesia. Hal ini disebabkan karena PCMAV memang sangat handal dalam memberantas virus-virus yang sedang marak menginfeksi komputer saat ini.

Kali ini saya telah menyediakan link download PCMAV 2.1a (September 2009). Database antivirus pun telah saya update pada tanggal 27 September 2009. Namun saya sarankan Anda untuk melakukan update lagi untuk memperoleh database terbaru. Link download bisa Anda temukan pada akhir artikel ini. Nah apa saja yang baru dari PCMAV 2.1a ini. Simaklah saja dibawah ini.
  1. UPDATED! Ditambahkan database pengenal dan pembersih 71 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 2954 virus beserta variannya, termasuk varian virus Conficker yang canggih, yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di PCMAV versi 2.1a ini.

  2. IMPROVED! Ditambahkan pembersih khusus yang dapat menangani virus Smansa yang banyak menyebar di Indonesia.

  3. IMPROVED! Engine heuristik untuk mendeteksi varian virus polymorphic nan-kompleks yang banyak beredar di Indonesia.

  4. BUG FIXED! Kesalahan deteksi (false alarm) heuristik pada beberapa program dan script.

  5. IMPROVED! Perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan.

  6. IMPROVED! Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV tetap dapat menjadi antivirus kebanggaan Indonesia.

Ingin segera menggunakan PCMAV 2.1a? Click aja link di bawah untuk memulai download!
Download PCMAV 2.1a (September 2009)

Lindungi File dengan M File Anti-Copy

M File Anti-Copy. Dari namany amungkin Anda sudah tahu dengan fungsinya. Ya, software ini berfungsi untuk melindungi file agar tidak bisa di copy atau disalin. Dengan kata lain file yang ada di komputer Anda tidak akan bisa di curi oleh orang lain.

Fungsi software ini tidak hanya itu. M File Anti-Copy juga bisa melindungi file-file yang ada di PC Anda agar tidak bisa di delete, rename, atau dijalankan (hanya executable file). Dengan adanya fungsi ini, Anda bisa melindungi file-file di komputer dari serangan virus. Selain itu, software ini juga menyediakan fungsi clear clipboard yang berfungsi untuk membersihkan clipboard agar orang lain tidak bisa mengcopy apapun dari komputer Anda termasuk mengcopy teks.

MFile Anti Copy
Setting dari program inipun banyak, Anda bisa menyembunyikan process software ini dari Task Manager. Jika Anda ingin security yang lebih, Anda juga bisa menonaktifkan Folder Options, Task Manager, Registry Editor, menghilangkan fungsi Search, dan juga menghilangkan fitur Run dari Start Menu. Selain itu masih banyak lagi fitur-fitur yang bisa Anda gunakan di software ini. Jika Anda tertarik dengan software ini, dibawah telah saya sediakan link download M File Anti-Copy. Untuk bantuan mengenai penggunaan software ini, Anda bisa membacanya di file help program ini.

Link 1: Download M File Anti-Copy 4.0

Info:
Programmer: Mohsen Ektefa
Website: http://vbprogs.biz.tm
OS: Win 98/98/ME/SE/2000/XP/NT/Vista/Win 7
License: Freeware

Lindungi Data di Flashdisk dengan BitLocker (Update)

Artikel kali ini adalah lanjutan artikel saya yang terdahulu yang berjudul Lindungi Data di Flashdisk dengan BitLocker. Pada artikel tersebut saya memberikan tutorial bagaimana melindungi data yang ada di flashdisk Anda dengan password agar tidak bisa diakses oleh orang lain. Namun pada artikel tersebut belum saya tulis mengenai bagaimana menghilangkan BitLocker pada flashdisk tersebut.

Nah pada artikel kali ini saya akan memberikan tutorial menghilangkan BitLocker pada Flashdisk yang telah anda kunci kemarin. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Buka Control Panel.

  2. Klik BitLocker drive encryption.

  3. BitLocker di Control Panel
  4. Pada jendela berikutnya, cari icon drive dari flashdisk Anda dan klik Turn Off BitLocker.

  5. Turn Off BitLocker
  6. Setelah itu akan muncul jendela BitLocker Drive Encryption. Klik Decrypt Drive untuk memulai proses.

  7. BitLocker Decrypt Drive
  8. Kemudian akan muncul jendela progress. Tunggu beberapa menit hingga proses selesai.

  9. BitLocker Decrypt Progres
  10. Ketika proses selesai akan muncul jendela pemberitahuan jika proses telah selesai. Klik Close untuk menutup jendela tersebut.

BitLocker Decrypt Complete
Proses dekripsi telah selesai. Kini flashdisk anda tidak terkunci lagi dengan BitLocker. Selamat Mencoba

Ingin versi PDF? Click link di bawah:
Link 1: Download PDF Lindungi Data di Flashdisk dengan BitLocker (Update)

Lindungi Data di Flashdisk dengan BitLocker

BitLocker adalah sebuah software dari Microsoft untuk melindungi data pada sebuah media penyimpanan seperti hardisk atau flashdisk. BitLocker sudah mulai diperkenalkan oleh Microsoft sejak dirilisnya Windows Vista. Tetapi pada Vista, BitLocker hanya baru mampu mengenkripsi hardisk. BitLocker juga diintegrasikan pada Windows 7. Namun lain halnya dengan Vista pada Windows 7 BitLocker telah mampu mengenkripsi Flashdisk. Dengan BitLocker Anda bisa melindungi data di flashdisk jika flashdisk tersebut hilang.

Nah,sekarang Anda tidak akan merasa khawatir jika Anda menyimpan data-data penting yang bersifat rahasia di flashdisk. Karena jika flashdisk tersebut hilang atau dicuri data di dalamnya masih tetap aman. Bagusnya lagi, Anda masih bisa mengakses data tersebut tidak hanya di Windows 7. Anda masih bisa membukanya di Windows XP ataupun Vista walaupun versi Windows tersebut belum support BitLocker di flashdisk.

Jika Anda ingin melindungi data di flashdisk dengan BitLocker, simak langkah-langkah berikut untuk melakukannya:
  1. Pertama, tancapkan flashdisk Anda ke komputer dan buka My Computer.

  2. Pada jendela My Computer, klik kanan flashdisk Anda dan klik Turn on BitLocker.


  3. Setelah itu jendela BitLocker akan muncul untuk menganalisa flashdisk. Anda diperingatkan agar tidak mencabut flashdisk Anda hingga proses selesai.

  4. Pada jendela selanjutnya, berikan tanda centang pada Use password to unlock the drive atau pada Use smart card to unlock the drive. Tetapi jika Anda tidak mempunyai smart card atau kurang paham dengan opsi yang ke dua, saya sarankan Anda memilih Use password to unlock the drive untuk melindungi flashdisk dengan password.

  5. Kemudian masukkan password Anda pada kotak input yang telah disediakan dan klik Next.


  6. Di jendela selanjutnya Anda diberikan pilihan yaitu Save the recovery key to file atau Print the recovery key. Hal ini bertujuan sebagai backup dari password Anda jika Anda lupa dengan password tadi. Disini Anda bisa memilih opsi pertama untuk menyimpan backup key ke dalam file teks atau opsi kedua untuk mencetaknya. Dalam kasus saya, saya pilih opsi satu yaitu menyimpannya dalam file teks. Untuk itu klik opsi Save the recovery key to file, maka akan muncul jendela simpan. Berikan nama untuk file teks tersebut dengan nama yang Anda suka dan klik tombol.


  7. Selanjutnya klik tombol Next untuk melanjutkan dan pada jendela selanjutnya klik tombol Start Encrypting untuk memulai proses enkripsi.


  8. Tunggu hingga proses enkripsi selesai. Proses ini memerlukan waktu yang cukup lama. Pada flashdisk saya yang berukuran 2 GB membutuhkan waktu samapi 15 menit.


  9. Jika proses telah selesai akan muncul jendela dan klik tombol close untuk mengakhiri.


Flashdisk Anda telah dilindungi dengan BitLocker. Jika flashdisk tersebut diklik pada Explorer maka Anda akan diminta untuk memasukkan password untuk bisa mengakses data di dalamnya.
Sekarang bagaimana mengakses data di dalam flashdisk tersebut di komputer dengan Windows XP? Berikut caranya:
  1. Tancapkan flashdisk pada komputer maka akan muncul jendela yang meminta Anda untuk memasukkan password.

  2. Jika jendela ini tidak muncul, buka My Computer, double klik icon flashdisk. Jalankan BitLocker ToGo.exe. Maka jendela di atas akan muncul.


  3. Masukkan password yang tadi Anda pakai untuk mengunci flashdisk tadi dan klik tombol Unlock.


  4. Jika password yang Anda masukkan benar, maka muncul jendela baru untuk mengakses data di flashdisk Anda.


Namun sayangnya, jendela BitLocker To Go Reader ini bersifat Read-Only. Maksudnya Anda hanya bisa membaca isi dari flashdisk tanpa bisa menyimpan data baru di flashdisk tersebut. Selain itu, sebelum Anda membuka sebuah dokumen dalam flashdisk tersebut, Anda harus meng-copy-nya terlebih dahulu ke lain tempat. Caranya adalah dengan mengklik kanan sebuah dokumen dan memilih copy to folder. Jika hal ini Anda rasa kurang menyenangkan atau kurang bagus Anda bisa menghilangkan enkripsi dari flashdisk tersebut. Karena keterbatasan waktu caranya akan saya bahas pada lain kesempatan.

Ingin versi PDF? Click disini untuk download.

Download PCMAV 2.1 Fixed + ClamAV 0.95.2

Beberapa waktu yang lalu saya sangat gembira karena telah memperoleh PCMAV versi terbaru yaitu PCMAV 2.1. Hal ini disebabkan karena saya mengandalkan PCMAV untuk membasmi virus-virus lokal yang banyak bertebaran saat ini disamping antivirus berbayar yang saya install di komputer saya. Tanpa berpikir panjang langsung saja saya gunakan di komputer pribadi saya. Tetapi langkah terkejutnya saya ketika antivirus di komputer saya mengenalinya sabagai virus Induc. Antivirus yang saya gunakan adalah Kaspersky 6.0.

Saya berpikir kalau ini cuma merupakan false alarm yang memang terjadi ketika saya menjalankan PCMAV. Tetapi yang mengherankan baru kali ini dianggap virus Induc. Saya tidak mau mengambil resiko, maka saya coba scan menggunakan Avira Personal yang saya install di komputer kantor. Ternyata Avira juga mengenalinya sebagai virus Induc. Apa memang PCMAV ini telah terinfeksi virus waktu packingnya ke DVD PC Media? Saya sempat juga berpikir seperti itu.

Akhirnya saya mencoba mencari info tentang virus Induc ini dan mencari info tentang PCMAV 2.1 ini. Setelah beberapa lama nanya mbah google akhirnya saya menemukan info tentang virus Induc.

Virus ini merupakan virus yang menyerang file source code dari program yang dibuat dengan Delphi versi 4-7. Ia akan menumpangi setiap aplikasi yang dibuat dengan menggunakan Delphi. Cara kerjanya adalah dengan mencari tahu apakah di komputer tersebut terdapat aplikasi Delphi versi 4-7. Jika ada, ia kemudian mencari file SysConst.pas bawaan Delphi untuk diinjeksikan “code” yang masih benar-benar dalam bentuk source code. Lalu, file SysConst.pas di-compile agar menghasilkan file SysConst.dcu. Sementara file SysConst.dcu yang asli di-rename oleh virus tersebut menjadi SysConst.bak. File yang telah terkontaminasi virus dapat ditemukan pada direktori \Program Files\Borland\DelphiX\Lib, dimana X menunjukan versi Delphi.

Jadi virus ini hanya bisa aktif di komputer yang terinstal compiler Delphi versi 4-7 yang biasa terdapat di komputer kalangan developer/programmer Delphi. Dengan kata lain, di komputer pada umumnya virus ini tidak dapat aktif.

Kok PCMAV 2.1x ini bisa terinfeksi? Hal ini disebabkan script yang terdapat pada program terinfeksi Induc. Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa virus Induc ini menyerang komputer yang terdapat Delphi versi 4-7. Jadi, setiap programmer yang membuat software menggunakan Delphi yang mengandung kode virus ini, maka software tersebut akan dideteksi sebagai virus oleh antivirus, akibatnya software tersebut di-block dan tidak bisa digunakan. Dan tidak bisa dipungkiri, sudah banyak aplikasi yang dibuat dengan Delphi, bahkan yang populer sekalipun, berhasil ditumpangi olehnya. Salah satu yang termasuk di antaranya adalah komponen third-party (pihak ketiga) dari sebuah developer profesional yang digunakan oleh PCMAV generasi 2.1x.

Lalu bagaimana cara membersihkan komputer dari virus ini?
Cara termudah, lakukan scan menggunakan PCMAV Express for Induc atau PCMAV 2.1 Fixed untuk mengatasi virus ini dan membasminya secar tuntas. Pada bagian akhir artikel ini saya telah sertakan link download PCMAV Express for Induc dan PCMAV 2.1 Fixed yang telah terintegrasi dengan ClamAV 0.95.2.

Download PCMAV 2.1 Fixed disini.
Download PCMAV Express for Induc disini.

Reset Administrator Password

Mungkin sebagian besar dari kita mempunyai password yang berbeda dari setiap account yang kita punya baik itu account komputer, email dan lian sebagainya. Hal ini kita lakukan agar keamanan setiap account kita terjaga. Jika kita hanya memakai satu password yang sama untuk setiap account yang kita punya maka jika orang lain tahu password kita maka semua account kita punya akan bisa mereka akses. Hal ini dengan asumsi orang tersebuta mencoba password yang sama pada setiap account.

Semakin banyak account yang kita punya dan setiap account memiliki password yang berbeda maka banyak password juga yang kita punya dan mesti kita ingat. Oleh karena itu mungkin saja kita bisa lupa dengan salah satu password kita. Apalagi password Administrator komputer kita sendiri. Bisa pusing jadinya. Namun hal tersebut masih kita cegah sebelum menghilangkannya.

Untuk mencegah hal ini,yaitu dengan membuat sebuah Password Reset Disk. Disk inilah yang nanti bisa kita gunakan untuk mereset password administrator windows Vista. Jadi, ketika masih dapat login ke account Anda, buat sebuah disc atau USB drive tertentu yang mampu mereset password administrator windows Anda. Tips ini bisa Anda gunakan pada Windows Vista maupun Windows 7.

Untuk membuat password reset disk, ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Masuklah ke dalam menu Control Panel melalui menu Start dan pilih User Accounts. Anda akan melihat menu di samping kiri window utama. Klik pilihan create a password reset disk. Tapi sebelumnya masukkan CD Blank atau hubungkan USB drive dengan komputer yang akan kita jadikan Password Reset Disk.

  2. Buat password reset disk
  3. Pastikan bahwa Anda sudah memasukkan media untuk penyimpanan Password Reset Disk. Jika tidak, Anda tidak akan dapat masuk ke tahap di berikut ini. Ambil contoh saja disini saya menggunakan media USB drive. Setelah muncul menu instalasi pertama, klik saja langsung tombol next. Anda akan dibawa ke menu instalasi berikutnya.

  4. Jendela Wizard
  5. Setelah itu akan ditampilkan drive yang tersedia untuk digunakan sebagai wadah penempatan Password Reset Disk.

  6. Pilih drive
  7. Selanjutnya, Anda harus memasukkan password Anda sekarang. Yaitu password yang Anda gunakan untuk login ke windows.

  8. Masukkan Password
  9. Bila password sudah dimasukkan, klik tombol next untuk menuju menu berikutnya. Lalu, Anda akan melihat progress pembuatan pun berjalan. Jika proses sudah selesai klik tombol Next.

  10. Proses Pembuatan Password Reset Disk dimulai
  11. Pada jendelah terakhir klik tombol dan proses pembuatan Password Reset Disk Anda telah selesai dan siap digunakan.

Proses Pembuatan Password Reset Disk selesai
Jika Anda melakukan browsing melalui Windows Explorer terhadap USB drive yang baru saja digunakan, maka akan ditemukan file dengan ekstensi .psw. File inilah yang merupakan file password yang dibuat windows.
File Password
Demikian tutorial membuat password reset disk yang nantinya bisa Anda gunakan untuk mereset password Administrator windows Anda, apabila suatu saat Anda lupa dengan password tersebut. Selamat mencoba.

Ingin versi PDF? Click link di bawah untuk download!
Download PDF Reset Administrator Password.

Download PCMAV 2.0d (Juli - Agustus 2009)

PCMAV 2.0d telah dirilis oleh PC Media. Pada PCMAV versi ini telah ditambahkan update yang bisa mengenali dan mengatasi 2813 virus dan variannya yang sekarang ini banyak bertebaran di Indonesia.

Apa saja yang baru pada PCMAV 2.0d? Yang baru dari PCMAV ini adalah :
  • UPDATED!
  • Ditambahkan database pengenal dan pembersih 42 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 2813 virus beserta variannya, termasuk varian virus Conficker yang canggih, yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di versi 2.0d ini.

  • IMPROVED
  • Ditambahkan pembersih khusus yang dapat menangani virus PutriEor.vbs yang banyak melakukan perubahan pada konfigurasi Windows.

  • IMPROVED!
  • Engine heuristik untuk mendeteksi varian virus polymorphic nan-kompleks yang banyak beredar di Indonesia.

  • UPDATES!
  • Optimasi engine cleaner yang menangani virus Yuyun.vbs, untuk lebih memastikan bahwa virus telah dibersihkan dengan tuntas.

  • BUG FIXED!
  • Kesalahan deteksi (false alarm) heuristik pada beberapa program dan script.

  • IMPROVED!
  • Perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan.

  • IMPROVED!
  • Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV tetap dapat menjadi antivirus kebanggaan Indonesia.

Download PCMAV 2.0d disini!

Download PCMAV v.2.0c

Versi terbaru PCMAV telah dirilis oleh PC Media. Pada PCMAV 2.0c ini update dan bug fixed yang dilakukan PC Media. Apa saja update dan bug fixed tersebut?

Terdapat beberapa Update yaitu ditambahkan database pengenal dan pembersih 51 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 2771 virus beserta variannya, termasuk varian virus Conficker yang canggih, yang banyak beredar di Indonesia. Cleaner dan RTP sudah mendukung generasi terbaru engine ClamAV 0.95.

Terdapat beberapa Bug Fixed diantaranya Cleaner terkadang tidak dapat dijalankan saat RTP dalam keadaan aktif. Masalah ini diakibatkan masih adanya proses yang "gantung" di memory. RTP dalam kondisi tertentu mendeteksi Cleaner (atau sebaliknya) sebagai "virus suspected". Di beberapa kondisi dan konfigurasi komputer tertentu, terkadang RTP tidak mau dijalankan dan menampikan pesan kesalahan "For first usage or upgrading to newer version, ...". Terdapat juga kesalahan deteksi (false alarm) heuristik pada beberapa program dan script.

Pada versi ini juga ada beberapa perubahan. Kini engine advanced heuristic dapat lebih optimal dalam mendeteksi varian virus polymorphic yang banyak menyebar di Indonesia.Unit Automatic Updates dioptimalkan agar lebih thread safe. Perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan. Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV tetap dapat menjadi antivirus kebanggaan Indonesia.
Download PCMAV 2.0c disini.
Kalau mau download PCMAV 2.0c lengkap dengan Update dan ClamAV Library disini.

Copyright © PC Media 2009

PCMAV 2.0 Valkyrei

PCMAV merupakan antivirus yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia antivirus. Antivirus yang dikembangkan mulai tahun 2006 oleh PC Media ini, telah banyak membantu kita dalam memberantas virus-virus yang berkembang saat ini. Mungkin banyak dari kita yang mengandalkan antivirus ini sebagai antivirus alternatif disamping antivirus yang terinstal di komputer kita. Hal ini disebabkan PCMAV merupakan antivirus yang bersifat portable yang cukup ampuh dalam membasmi virus-virus, terutama virus lokal yang belum bisa dilacak oleh antivirus-antivirus lainnya. PC Media dalam rangka ulang tahunnya yang ke-8 menghadirkan PCMAV versi 2.0. PCMAV versi ini menawarkan segala sesuatu yang baru. Apa saja yang dari PCMAV versi terbaru ini?

PCMAV memiliki beberapa vitur baru pada versi 2.0 ini, diantaranya:

1. Penampilan
PCMAV 2.0 memiliki penampilan yang berbeda dengan versi sebelumnya. PCMAV versi sebelumnya memiliki penampilan yang bernuansa biru sedangkan pada versi terbaru ini bernuansa kuning dan oranye. Warna baru ini bisa kita lihat mulai dari splash srceen yang pertama muncul saat kita menjalankan antivirus ini. Pada splash screen ini juga kita bisa mendapatkan info tentang versi, virus database, clamAV library, status scanning, progres bar, serta credit title dari redaksi PC Media. Nuansa ini juga berkelanjutan pada Jendela Utama PCMAV ini.

PCMAV


2. Struktur Folder

Struktur folder dari PCMAV Valkyrie ini memiliki struktur yang berbeda dari versi sebelumnya. Pada versi sebelunya file executable PCMAV dan ClamAV library ditempatkan pada satu folder. Hal ini sangat berbeda dengan versi 2.0 ini. Pada versi terbaru ini PCMAV-RTP.exe masih satu folder dengan PCMAV-CLN.exe yaitu pada folder PCMAV, tetapi file-file yang ditempatkan pada folder yang terpisah yang merupakan subfolder dari folder PCMAV. Subfolder-subfolder tersebut antara lain:

  • Folder vdb. Folder ini berisi database virus dari PCMAV. Di dalam folder ini terdapat file bernama pcmav.vdb yang merupakan database virus PCMAV. Folder ini juga nantinya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan update dari PCMAV yang bernama update.vdb.

  • Folder Plugins. Folder ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan file plugins yang bisa diintegrasikan ke dalam PCMAV, misalkan ClamAV library. Untuk menambahkan plugins untuk PCMAV ada tinggal mencopy file plugins tersebut ke dalam folder ini. Tetapi sebelumnya buat subfolder untuk plugins tersebut. Misalkan buatlah folder bernama ClamAV untuk menempatkan file ClamAV library. Jika proses integrasi ini berhasil maka jendela utama PCMAV ini akan menampilkan informasi ClamAV tersebut.

  • Folder lib. Semua file library yang mendukung PCMAV akan ditempatkan pada folder ini. FIle-file yang terdapat pada folder ini adalah iscan.dll, rtpmain.exe, rtpscan.dll dan rtpsvc.exe.

  • Folder quarantine. Pada versi terbaru PCMAV ini terdapat fitur quarantine yang membedakan dari versi sebelumnya. File-file yang dicurigai sebagai virus akan dikarantina oleh PCMAV. File-file tersebut akan diletakkan pada folder qurantine ini. Pada folder ini terdapat file yang bernama quarantine.dat dan object yang dikarantina.
3. Automatic Update
Sekarang PCMAV telah memiliki fitur automatic update yang akan dilakukan pada jendela awal. PCMAV akan memeriksa apakah ada update terbaru. Jika ada maka akan menampilkan jendela update yang berisi informasi tentang update apa saja yang harus didownload. Jika kita tidak melakukan apapun terhadap jendela ini, maka dalam hitungan 10 detik PCMAV akan melakukan proses update secara otomatis. Perlu diingat kita mesti memiliki smabungan internet agar fitur ini bisa berjalan. Tambahannya lagi proses download update ini memiliki fasilitas resume. Jadi, jika koneksi internet terputus pada saat proses update Anda bisa melanjutkannya di lain waktu.

4. Quarantine
Fitur ini tergolong baru pada PCMAV versi 2.0 ini. Fitur ini digunakan untuk mengkarantina file yang dicurigai sebagai virus. Jumlah file yang ada dikarantina dapat diketahui pada jendela utam PCMAV yaitu pada bagian "Status & Information". Pada bagian ini ada bisa melihat status "Quarantine Objects" yang diikuti angka yang menandakan jumlah file yang dikarantina. Jika angka tersbut anda klik maka tampil jendela "View Quarantine". Anda bisa memanage object yang dikarantina seperti menambahkan file yang akan dikarantina, merestore object yang ada atau mengirimnya ke redaksi PC Media. Untuk menambahkan object yang akan dikarantina Anda juga bisa melakukannya melalui jendela scan dan pada saat proses scan selesai. Perlu diingat fitur ini hanya akan berfungsi jika PCMAV dijalankan dari hardisk atau flashdisk bukan dari media CD.

PCMAV Quarantine

5. Virus Submit
Seperti yang telah kita baca di atas proses submit atau pengiriman sample virus ke redaksi PC Media bisa dilakukan melaui jendela "View Quarantine". Fitur ini merupakan salah satu vitur baru yang terdapat pada PCMAV versi ini. Berbeda dengan versi sebelumnya, dimana kita mengirimkan sample virus dengan cara manual melalui email. Untuk mengirimkan file yang kita curigai adalah virus, pada versi 2.0 ini kita cukup menandai object yang akan dikirim dan mengklik tombol "Send to PC Media" pada jendela "View Quarantine". Setelah itu kita menemui jendela yang meminta informasi singkat tentang virus tersebut dan email kita. Untuk memulai pengiriman Anda cukup mengklik tombol "Send" dan jendela progres pengiriman akan muncul. Perlu diingat Anda harus memiliki koneksi internet untuk melakukannya.

Submit Virus to PC Media

6. Intelligent Scan (iScan) for ClamAV
iScan adalah engine tambahan yang berfungsi untuk mempercepat proses scan jika PCMAV diintegrasikan dengan ClamAV. Fitur ini diciptakan karena pada versi 1.x proses scan berjalan lambat jika PCMAV digabungkan dengan ClamAV. Dengan engine iScan ini proses scanning berjalan lebih cepat 40% dibandingkan dengan versi 1.x jika PCMAV digabungkan dengan ClamAV.

Mungkin masih banyak fitur-fitur baru dari PCMAV 2.0 ini yang belum saya ketahui. Mungkin fitur-fitur tersebut bisa teman-teman tambahkan pada komentar tulisan ini. Apabila teman-teman tertarik untuk menggunakan PCMAV 2.0 ini, teman-teman bisa mendownloadnya disini.

Sumber: PC Media April 2009

Tips Menghindari Serangan Virus

Virus. Nama ini tidaklah asing lagi bagi kita. Tapi bukan virus flu babi lho yang sedang melanda beberapa negara di dunia. Kita ngomongin masalah virus komputer. Mungkin banyak sekali diantara kita yang pernah kena serangan virus. Bikin pusing khan? Komputer jadi lambat, file hilang bahkan yang paling parah sistem Windows yang rusak. Kalau uda gini mesti install ulang lagi.

Nah, agar komputer kita ga kena virus lagi atau ga gampang kena virus. Ada baiknya kita mencegahnya masuk ke sistem komputer kita. Emang sie ada beberapa dari kita yang punya antivirus yang handal. Tapi itu bukan jaminan komputer kita ga akan kena virus. Sehandal apapun antivirus, jika ga pernah diupdate sama saja ga bisa ngenalin virus baru. Selain itu, biarpun kita uda rajin update jika ada varian virus yang sangat-sangat baru bisa aja komputer kita kena virus. Lagian ga ada salahnya kan kita mencegah dari pada mengobati?

Oleh karena itu, ada baiknya kita tahu cara kerja virus agar kita bisa mencegah virus masuk ke sistem komputer kita. Selain menginstal Antivurs pada komputer dan melakukan scan virus terlebih dahulu sebelum mengakses file pada removeable drive, ada beberapa cara mencegah virus agar tidak bisa menginfeksi komputer kita, yaitu:

1. Matikan Fitur Autorun

Windows secara default memberikan mengaktifkan fitur autorun-nya. Jadi jika kita memasukkan removable disk seperti CD, DVD, Flashdisk dan lainnya maka windows akan memberikan kita pilihan atas removable drive tersebut. Entah memutar file multimedia yang ada drive tersebut atau membukanya di windows explorer. Fitur ini sedikit memberikan kemudahan pada kita, yaitu kita ga usah membuka aplikasi lagi misalnya Winamp untuk membuka file mp3 yang ada pada flash disk kita. Atau membuka explorer lagi untuk melihat isi flashdisk kita. Karena dengan hanya mengklik pilihan dan menekan tombol OK maka apa yang kita ingin lakukan pada file dalam flashdisk tersebut sudah cukup.

Tetapi fitur inilah yang sering dimanfaatkan oleh para virus maker (istilah kerennya pembuat virus) untuk menyebarkan virus buatan mereka. Caranya mereka akan membuat sebuah file bernama autorun.inf yang akan menjalankan file virus secara otomatis jika flashdisk kita colokkan pada komputer. Jadi, tanpa didouble klik pun file virus tersebut sudah berjalan.

Agar hal ini tidak terjadi, maka perlu kiranya kita menonaktifkan fitur autorun tersebut. Memang sih kita kehilangan fitur yang memudahkan kita. Tapi saya rasa sepadan dengan keamanan yang kita peroleh. Untuk menonkatifkan fitur autorun, ada beberapa langkah yang mesti kita lakukan yaitu:
  • Klik tombol start kemudian klik run. Pada kotak dialog run ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan enter.


  • Setelah jendela Group Policy muncul, pada bagian User Configuration pilih Administrative Template, kemudian klik pada node System.


  • Pada jendela bagian kanan double klik Turn Off Autoplay seperti gambar di bawah.


  • Pada jendela Turn off Autoplay properties yang muncul pada tab Setting tandai pilihan Enabe.

  • Setelah itu, pada pilihan Turn off autopaly on pilihlah All Drives agar fitur autoplay pada semua removable drive tidak diaktifkan.

  • Terakhir klik tombol OK dan tutup jendela Group Policy.


Sekarang cobalah masukkan Falshdisk atau CD Anda, apakah jendela autoplay masih muncul? Jika tidak, berarti fitur autoplay sudah tidak aktif. Jika masih muncul berarti ada yang salah dengan seting tadi. Coba ulangi langkah-langkah di atas.

2. Periksa flash disk

Flashdisk merupakan media yang paling sering digunakan sebagi media penyebaran virus. Maka sebelum mengakses file yang ada di dalam flashdisk ada baiknya scanlah flashdisk Anda dengan Antivirus yang ada pada komputer jika sempat dipergunakan pada komputer teman, komputer kantor atau komputer lainnya. Jika Antivirus tidak menemukan virus di dalamnya bukan berarti aman. Kenapa? Karena mungkin saja virus varian baru yang belum dikenali antivirus sudah ada di flashdisk Anda. Cara mengetahuinya adalah dengan memeriksa flash disk Anda apakah ada sebuah file yang bernama autorun.inf. Mengapa autorun.inf? Karena virus yang banyak beredar sekarang memanfaatkan file ini dalam penyebarannya seperti yang telah saya bahas diatas. Sebelumnya, setlah agar Windows menampilkan file yang beratribut hidden dan system. Kenapa mesti begitu? Karena umunya virus akan menset file autorun.inf dan file virusnya dengan atribut hidden dan system. Jadi jika dalam setingan default Windows kita tidak akan melihat file tersebut. Cara menampilkan file beratribut hidden dan system adalah dengan memilih menu Tools kemudian Folder Options pada jendela Windows Explorer.

Setelah jendela Folder Options muncul, tandai pilihan “Show hidden files and folder” dan hilangkan tanda centang pada pilihan “Hide protected operating system files (Recommended)”.


Setelah itu klik OK. Jika file autorun.inf ini ada pada flashdisk tanpa Anda pernah membuatnya atau sebelumnya tidak pernah ada, kemungkinan besar sebuah virus telah mengcopy dirinya ke flashdisk Anda.

Agar kita tahu yang mana file virus tersebut, bukalah file autorun.inf tersebut. Biasanya secara default windows akan membukanya dengan program Notepad. Jangan takut, ini bukan file virusnya lho. File ini merupakan pemicu agar virus berjalan otomatis jika flashdisk dicolokkan ke komputer. Setelah file tersebut dibuka dengan notepad, carilah kata “open” (tanpa tanda kutip). Jika ketemu, setelah kata “open” tersebut biasanya diikuti dengan tanda “=” dan beberapa kata dibelakangnya. Seperti gambar dibawah.


Nah kata virus.exe inilah yang merupakan file virus tersebut. Carilah file tersebut di flashdisk Anda. Jika tidak ketemu, gunakan fungsi Search pada Windows Explorer. Ingat tandai pilihan “Search hidden files and folders” pada More Advanced Options.


Jika file tersebut ketemu, segeralah hapus. Jika ada peringatan bahwa file tersebut adalah file system lanjutkan saja dengan mengklik yes. Ada baiknya file autorun.inf juga dihapus. Agar jika dikemudian hari ada virus yang mengcopy dirinya ke flashdisk Anda dan menempatkan file autorun.inf Anda bisa dengan cepat mengetahuinya.

Catatan:

Ada beberapa produsen flashdisk yang memberikan aplikasi pada flashdisk mereka yang biasanya memanfaatkan file autorun.inf agar aplikasi tersebut berjalan secara automatis. Usahakan Anda mengetahui hal ini dan file apa yang dijalakan autorun.inf tersebut. Agar Anda tidak salah dan menganggapnya virus kemudian menghapusnya.

3. Hilangkan kebiasaan asal double klik.
Salah satu penyebab komputer kita bisa terserang virus adalah karena kekurang telitian kita sendiri yaitu kita sering kali kurang teliti dalam membuka file atau folder yang ada pada Flashdisk kita dengan melakukan double klik atau tekan enter pada keyboard.

Mengapa hal ini menyebabkan virus bisa menginfeksi system kita? Padahal 2 langkah diatas telah dilakukan. Mungkin Anda akan bertanya seperti itu? Hal ini perlu kita perhatikan karena mungkin saja sebuah virus memang sengaja membuat file autorun.inf pada flashdisk agar user tidak curiga. Dia memanfaatkan kecerobihan user yang tidak sengaja menjalankan dirinya dengan mendouble klik file virus tersebut.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena sekarang ini banyak sekali virus yang mempunyai icon seperti folder, word dokumen, mp3 atau file yang kebanyak pemakai komputer miliki. Dan biasanya virus akan menamakan dirinya mirip dengan folder atau file yang ada di flashdisk kita sesuai dengan icon dirinya dan menyembunyikan folder atau file yang asli dengan menset atributnya menjadi hidden. Misalkan jika virus tersebut bericon seperti folder maka dia akan mengcopy dirinya dengan nama-nama folder yang ada flashdisk dan menyembunyikan atau bahkan menghapus folder yang asli.
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk mencegah hal tersebut terjadi antara lain:

  • Jika Anda ingin membuka sebuah folder pada flashdisk, usahakan tidak melakukan double klik pada folder tersebut. Karena jika ada virus bericon menyerupai folder yang Anda double klik maka virus tersebut pasti akan menyebar pada komputer. Trus gimana bisa melihat isi folder tersebut? Caranya kliklah folder yang ada pada tree view yang ada disebelah kiri jendela explorer maka isi dari folder akan terlihat pada jendela sebelah kanan explorer. Jika tree view tersebut tidak ada pada jendela explorer Anda, kliklah tombol Folder yang ada pada Toolbar windows explorer maka tree view akan mucul. Jika memang sebuah folder maka akan kelihatan pada tree view tersebut.


  • Jika Anda kurang suka dengan munculnya tree view pada jendela explorer atau file yang ingin dibuka bukanlah sebuah folder. Tetapi Anda khawatir virusnya bericon mirip dokumen word atau file mp3. Ada cara lain untuk mengatasinya yaitu dengan melihat ekstensi file tersebut. Jika ekstensi sebuah file adalah .exe tetapi iconnya mirip dokumen word atau yang lain maka bisa dipastikan file tersbut adalah sebua virus. Atau bisa juga dengan cara menset agar file ditampilkan secara detail dengan mengklik menu View pada explorer kemudian pilih Details. Jika sebuah folder atau dokumen word memiliki Type file Application, mungkin file tersebut adalah virus


4. Update Antivirus secara berkala

Antivirus saya sudah yang terbaru dan mahal lho apa perlu diupdate? Pertanyaan itu sering saya terima dari teman-teman saya. Antivirus yang terbaru dan mahal bukan jaminan bisa mengenali semua virus karena mungkin saja virus itu dibuat setelah Antivirus itu dibuat. Jadi virus tersebut tidak akan ada pada database Antivirus tersebut. Kebanyakan Antivirus dapat mengenali virus karena virus tersebut ada pada database virus mereka. Jika tidak, virus tersebut tidak akan dikenali.

Jadi update Antivirus sangat dibutuhkan yaitu untuk menambahkan nama-nama virus baru pada daftar virus yang ada pada database virus Antivirus tersebut. Seberapa sering Antivirus harus diupdate? Kalau bisa setiap hari sie. Tapi kalau Anda tidak mempunyai sambungan internet atau ga bisa tiap hari download virus defenition di Warnet karena ga ada waktu atau ga da duit, paling tidak seminggu sekali sudah cukup. Tapi tidak jamin lho Antivirusnya up to date.