Showing posts with label Windows Vista. Show all posts
Showing posts with label Windows Vista. Show all posts

Menghapus atau Menambahkan OS dengan EasyBCD

Pada posting Kofigurasi Boot dengan EasyBCD saya berjanji akan memposting cara menggunakan EasyBCD. Namun, setelah posting tersebut saya malah memposting tentang cara mengkostumisasi taskbar preview Windows 7. Hal ini karena kebetulan saya lagi sibuk sehingga tidak sempat membuat tutorial EasyBCD dan kebetulan artikel tentang taskbar preview windows 7 telah saya buat sebelumnya jadi saya post saja terlebih dahulu. Saking sibuknya, juga tidak sempat mencari backlink untuk Negeriads.com solusi berpromosi. Saya belum sepat ngecek juga posisinya sekarang.

Tutorial EasyBCD sekarang ini lebih saya tekankan kepada cara menghapus sebuah operating system (OS) dari daftar boot dan juga cara menambahkan OS ke dalam daftar boot. Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas tentang cara menghapus salah satu OS dari daftar boot. Namun, artikel tersebut hanya untuk komputer yang menggunakan OS Windows XP. Bagi Anda yang menggunakan OS Windows 7 atau Vista sebagai primary boot, mungkin sedikit kesulitan untuk menghapus atau mengambah OS ke daftar boot. Sebab, file boot.ini tidak ada lagi pada Windows 7 dan Vista.

Oleh karena itu, maka pada artikel komputer kali ini saya akan membahas masalah tersebut dengan menggunakan EasyBCD. Biar ga bertele-tele, berikut cara menghapus atau menambahkan OS ke daftar boot dengan EasyBCD:
  1. Buka EasyBCD. Jika Anda belum mempunyainya silahkan baca postingan terdahulu.

  2. Pada jendela EasyBCD klik tombol "Add/Remove Entries" yang berada pada sisi sebelah kanan jendela.


  3. Kemudian pada sisi kanan jendela, Anda akan melihat beberapa OS pada daftar boot.

Melalu jendela inilah Anda nantinya bisa menghapus atau menambah OS ke daftar boot Anda. Pada jendela ini Anda bisa melihat 2 buah bagian yaitu Manage Existing Entries dan Add Entry. Pada bagian pertama Anda bisa menghapus entry OS dan merubah urutan OS dari daftar boot. Pada bagian Add Entries, Anda bisa menambahkan OS ke dalam daftra boot. Berikut saya berikan tutorial dari masing-masing fungsi tersebut.

Menghapus OS dari daftar boot
Untuk menghapus OS dari daftar boot ikuti langkah-langkah berikut
  1. Masih pada jendela yang sama, pilih salah satu OS yang ingin Anda hapus pada daftar yang tersedia dengan mengkliknya.

  2. Setelah itu klik, klik tombol Delete yang berada dibagian atas.

  3. Menghapus OS dari dafta boot

Selesai. Kini coba restart komputer Anda. Apakah OS yang telah Anda hapus masih kelihatan pada daftar boot? Saya yakin OS tersebut tidak kelihatan lagi.

Menambahkan OS ke daftar boot
Selain menghapus OS dari daftar boot, seperti yang saya sebutkan tadi, EasyBCD juga bisa menambahkan OS ke daftar boot. Misalkan Anda mengistall Ubuntu sebelum menginstall Windows 7 atau XP. Maka boot loader Windows 7 tidak akan mengenali Ubuntu. Untuk itu Anda harus menambahkan Ubuntu ke daftar boot. Untuk menambah OS ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Kembali lagi ke jendela EasyBCD pada bagian Add/Remove Entries. Di bawah Manag Existing Entries tadi Anda bisa melihat Add Entris.

  2. Untuk menambahkan OS Linux dalam contoh ini saya memakai Ubuntu, klik tab Linux. Jika ingin menambahkan OS lain selain Linux, Anda bisa mengklik masing-masing tab sesuai dengan jenis OS yang ingin Anda tambahkan.

  3. Pada tab Linux ini, pilih Grub pada input Type. Kemudian berikan nama pada OS tersebut agar gampang dikenali melalui input Name. Misalnya Ubuntu 9.10.

  4. Lalu pada Drive, pilih partisi Anda yang sudah terinstall dengan Ubuntu. Dalam komputer saya, saya memilih Partition 2 (Linux Native 14GB).

  5. Menambahkan OS ke daftar boot
  6. Kemudian klik tombol Add Entry. Setelah itu Anda akan melihat Ubuntu telah berada pada daftar Manage Existing Entries.

Sekarang restart komputer. Pada saat boot cobalah memilih OS yang Anda tambahkan tadi. Apakah Anda bisa masuk ke OS tersebut? Jika ya berarti semuanya berjalan dengan baik. Jika tidak, coba periksa partisi yang Anda pilih tadi, mungkin terjadi salah pilih partisi.

Sekian cara menambahkan OS kedalam daftar boot sekaligus cara menghapus OS dari daftar boot. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Konfigurasi Boot dengan EasyBCD

Beberapa waktu lalu saya telah memposting artikel mengenai manajemen OS (Operating System) yaitu mengenai Cara menghapus OS dari daftar Boot. Namun, pada tutorial tersebut saya hanya menyebutkan bagaimana menghapus salah satu OS dari dual boot Windows XP. Sedangkan untuk menghapus OS dari dual boot Windows XP dan Windows Vista atau Windows XP dan Windows 7 belum saya bahas. Kenapa?

Manajemen OS pada dual boot Vista dan XP atau dengan Windows 7 caranya agak sedikit berbeda. Terutama untuk menghapus OS dari daftar boot. Hal ini karena boot manager pada dual boot Vista dan XP akan diletakkan pada partisi Windows Vista yang akan otomatis menimpa boot manager Windows XP. Namun, pada Windows Vista maupun Windows 7 tidak terdapat lagi file Boot.ini. Untuk melakukan manajemen boot Anda bisa menggunakan fasilitas Startup dan Recovery bawaan Windows yang terdapat pada system properties. Namun, pada fasilitas tersebut, saya tidak menemukan tombol untuk melakukan edit terhadap konfigurasi boot (terutama Vista dan Windows 7). Anda hanya bisa melakukan perubahan terhadap default OS yang akan di load serta melakukan perubahan timeout saja. Untuk melakukan modifikasi terhadap konfigurasi boot pada Vista atau Windows 7, memang disediakan sebuah tool yaitu "Bcdedit". Sayangnya, melakukan modifikasi boot melalui Bcdedit menurut saya agak susah.

Nah, untuk mengatasi masalah tersebut atau agar lebih mudah melakukan modifkasi (perubahan) konfigurasi boot pada dual OS XP dan Vista atau XP dan Windows 7 atau Windows Vista dan Windows 7, ada sebuah software yang bagus untuk melakukannya. Nama software untuk melakukan perubahan terhadap konfigurasi boot ini ada EasyBCD. EasyBCD mempunyai fitur yang banyak untuk melakukan konfigurasi boot, mulai dari merubah default OS, Bootloader timeout, menghapus salah satu OS dari daftar boot, manjemen bootloader, melakukan diagnosis, dan masih banyak fitur-fitur lainnya. Cara menggunakannya pun saya rasa sangat mudah sekalipun Anda tdak ahli dibidang ini.

Konfigurasi Boot lebih mudah dengan EasyBCD
Selain itu, EasyBCD juga bisa mengenali partisi Linux. Anda bisa menambahkan OS Linux dalam daftar boot. Saya telah mencoba menambah kan Ubuntu dalam daftar boot tersebut. Biasanya jika kita menggunakan dual boot Windows dan Ubuntu, Windows tidak akan mengenali partisi Ubuntu. Untuk masuk ke desktop ubuntu, kita mesti mengubah urutan boot dari bios. Namun, dengan EasyBCD semuanya jadi mudah.

Cara menggunakan EasyBCD dan tutorial manajemen OS dan konfigurasi boot dengan EasyBCD akan saya bahas pada artikel komputer mendatang. Jadi mulailah berlangganan artikel blog ini untuk mendapatkan update artikel tersebut. Jika Anda ingin segera menggunakan EasyBCD, silahkan download EasyBCD di Neosmart.com

Menghapus Item pada Menu Konteks New

Ketika Anda mengklik kanan di area kosong pada Desktop atau Windows Explorer biasanya Anda akan menemukan menu konteks (Context Menu) New. Dengan menu konteks New ini Anda lebih mudah untuk membuat shortcut, folder dan dokumen baru pada Explorer atau Desktop. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah program yang Anda install pada komputer, jumlah subitem pada context menu New inipun bertambah banyak. Ketika jumlahnya sudah terlalu banyak, tampilan subitem dari menu konteks New pun akan tidak bagus. Dan mungkin banyak pula dari submenu tersebut tidak Anda butuhkan. Bagaimana cara menghapus beberapa item pada Menu Konteks (Context Menu) New tersebut? Agar subitem menu konteks New menampilkan item yang hanya kita perlukan.

konteks menu New dengan banyak item
Untuk mengapus atau menonaktikan item pada menu konteks New pada Windows, Anda bisa mengguankan sebuah software (freeware) yang bernama ShellMenuNew. Software ini dibuat oleh Nirsoft.com. Cara penggunaan ShellMenuNew tidaklah sulit. Anda tinggal mendownload programnya terlebih dahulu (link download di akhir artikel) dalam bentuk zip, kemudian mengekstraknya lalu menjalankannya. ShellMenuNew tidak membutuhkan proses instalasi.

Bagaimana cara menggunakan ShellMenuNew untuk menonaktifkan submenu menu konteks New? Berikut saya sajikan sedikit tutorialnya:
  1. Jalankan program ShellMenuNew.

  2. Pada jendela aplikasi ini, Anda akan melihat item-item yang terdaoat pada menu konteks New.

  3. Untuk menonaktifkan atau menghapus salah satu item dari daftar kontek menu New, klik kanan pada item tersebut dan pilih "Disable selected Menu Items". anda juga bisa menggunakan shortcut dengan menekan tombol F7 pada keyboard.

  4. Jika Anda ingin menonaktifkan beberapa menu sekaligus, Anda bisa memilih sebuah menu terlebih dahulu dan sambil menekan tombol Ctrl pilih item lainnya hingga semua item yang ingin Anda hilangkan dari daftar terpilih. Setelah itu, klik kanan dan pilih "Disable selected Menu Items".

  5. Menghapus Item pada Menu Konteks New
  6. Jika suatu saat Anda ingin mengembalikan item tersebut muncul kembali di daftar subitem menu konteks new, lakukan cara yang sama. Namun, yang Anda pilih adalah "Enable selected Menu Items".

  7. Mengaktifkan kembali Item pada Menu Konteks New

Sekarang coablah mengakses menu konteks New dengan mengklik diarea kosong desktop dan sorot pada menu New. Apakah jumlah subotemnya sudah berkurang?

konteks menu New dengan sedikit item
Bagaimana? Gampang sekali bukan menghapus atau menghilangkan item dari konteks menu New? Software ini bisa Anda gunakan untuk mengurangi jumlah subitem menu konteks New pada Window 2000, XP, Vista dan Windows 7. Tertarik untuk segera mencobanya? Langsung saja donwload softwarenya melalui link di bawah!

Download ShellMenuNew

Membatasi Akses Program pada Windows (Part 2)

Bagi Anda pengujung setia blog Dunia Komputer ini, Anda tentu masih ingta dengan artikel komputer terakhir dari blog ini yaitu mengenai Cara membatasi program di Windows. Pada artikel tersebut, saya menjelaskan cara memblokir (memblock) program di windows melalui Group Policy yaitu dengan cara memasukkan daftar program yang boleh diakses pada setting Run only specified Windows applications. Namun, masalah mungkin timbul jika program yang bisa diakses oleh user jumlahnya banyak. Sedangkan program yang diblokir jumlahnya sedikit atau mungkin hanya 1 sampai 3 program. Tentu memakan waktu yang banyak untuk memasukkan program-program yang bisa diakses oleh user. Lalu bagamana cara yang lebih mudah untuk membatasi program pada Windows? Mengingat program yang kita blokir hanya sedikit.

Saya mempunyai sebuah tips lagi untuk membatasi akses program di Windows. Caranya hampir sama dengan cara pertama yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Perbedaanya hanya pada program yang dimasukkan ke daftar. Pada cara memblokir program ini, program yang Anda masukkan adalah program yang tidak boleh diakses atau diblokir.

Langsung saja saya bahasa cara membatasi program di Windows bagian kedua ini. Untuk itu ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Klik Start Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor.

  2. Pada jendela Group Policy Editor, bukalan User Configuration »» Administrative Templates »» System.

  3. Group Policy Editor
  4. Disisi jendela sebelah kanan cari item yang bernama Don't run specified Windows applications dan klik dua kali (double click) item tersebut.

  5. dont run specified windows applications
  6. Pada jendela setting yang muncul pilih opsi Enabled. Kemudian klik tombol Show yang ada di bawahnya.

  7. dont run specified windows applications properties
  8. Selanjutnya, di jendela yang muncul masukkan nama file executable dari program yang akan diblokir (block). Misalkan Anda ingin memblokir program agar karyawan atau anak-anak Anda tidak bis amengakses internet, maka Anda akan memblock browser dan downloader seperti utorrent.exe untuk Utorrent, IDMan.exe untuk Internet Download Manager, firefox.exe untuk Firefox, iexplore.exe untuk Internet Explorer dan lain sebagainya. Nama-nama file executable dari masing-masign program bisa Anda lihat di path mereka, biasanya di folder Program Files.

  9. daftar program yang akan di block
  10. Setelah semua program yang Anda ingin block selesai Anda masukkan, klik OK. Kemudian kli OK juga pada jendela sebelumnya.

Sekarang cobalah membuka program yang Anda masukkan dalam daftar program yang di block. Apakah program tersebut berjalan? Jika tidak berarti Anda berhasil. Nah sekarang semuanya telah selesai. Anda telah berhasil memblokir program di Windows. Sekian tips untuk membatasi program di Windows. Selamat mencoba!

Membatasi Akses Program di Windows

Terkadang banyak dari Anda yang menggunakan satu komputer secara bersama-sama. Misalkan komputer keluarga, sekolah ataupun kantor. Dengan berbagi komputer Anda dapat bersama-sama menggunakan file ataupun program. Namun, pernahkan Anda berniat untuk membatasi akses program pada komputer Anda? Misalkan, Anda ingin agar program seperti games tidak bisa diakses oleh karyawan di kantor atau anak-anak dirumah pada masa ujian sekolah atau ulangan umum. Bagaimana cara membatasi atau memblokir akses terhadap program di windows?

Mungkin banyak dari Anda yang menghapus (uninstall) program tersebut sebagai solusi. Namun, saya rasa tidak efektif. Mereka bisa saja menginstall kembali atau menggunakan versi portable tanpa sepengetahuan Anda. Lalu bagaimana solusinya? Salah satu cara yang saya sering gunakan adalah memblokir (mem-block) atau melarang akses terhadap suatu atau beberapa program. Tips ini bekerja di Windows XP, Windows Vista maupun Windows 7. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Klik Start Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor.

  2. Pada jendela Group Policy Editor, bukalan User Configuration »» Administrative Templates »» System.

  3. Group Policy Editor
  4. Disisi jendela sebelah kanan cari item yang bernama Run only allowed Windows applications dan klik dua kali (double click) item tersebut.

  5. Run only allowed Windows applications
  6. Pada jendela setting yang muncul pilih opsi Enabled. Kemudian klik tombol Show yang ada di bawahnya.

  7. Jedela setting akses program
  8. Selanjutnya, di jendela yang muncul masukkan nama file executable dari aplikasi yang tidak akan diblokir (di-block). Contohnya: photoshop.exe untuk Photoshop, word.exe untuk Microsoft Word, excel.exe untuk Microsoft Excel, notepad.exe untuk Notepad dan lain sebagainya. Nama-nama file executable dari masing-masign program bisa Anda lihat di path mereka, biasanya di folder Program Files.

  9. Daftar program yang boleh diakses oleh user
  10. Setelah semua program yang Anda tidak ingin block selesai Anda masukkan, klik OK. Kemudian kli OK juga pada jendela sebelumnya.

Sekarang cobalah membuka program yang tidak Anda masukkan dalam daftar tadi. Apakah program tersebut berjalan? Jika tidak berarti Anda berhasil. Nah sekarang semuanya telah selesai. Anda telah berhasil mematasi akses program pada Windows. Perlu saya ingatkan sekali lagi, kalau program yang Anda masukkan pada daftar tadi adalah program yang tidak ingin Anda block. Dengan kata lain, program yang Anda masukkan pada langkah tadi adalah program yang bisa diakses user.

Sekian trik untuk membatasi akses program pada Windows. Semoga dengan tips ini Anda bisa memblokir (memblock) program yang tidak ijinkan dijalankan oleh user lain. Pada artikel berikutnya, dunia komputer akan meberikan cara ke-2 dari tips memblokir program di Windows. Jadi sering-seringlah mampir ke blog Komputer ini. Atau Anda boleh berlangganan artikel komputer gratis blog Dunia Komputer. Caranya? Silahkan baca artikel Cara belangganan artikel blog melalui email.

Membuka Task Manager yang Dikunci Virus

Selain mengunci registry editor dan mendisable folder options, virus juga mengunci sebuah tool windows yang lain, yaitu Task Manager. Hal ini disebabkan oleh karena fungsi task manager yaitu untuk mengelola program dan process yang berjalan di komputer. Jika task manager masih bisa digunakan, kemungkinan besar user akan bisa membunuh proses dari virus tersebut. Memang ada cara lain yang bisa Anda gunakan untuk membunuh process yang berjalan di komputer, seperti membunuh process melalui command prompt. Namun, banyak dari Anda yang tidak begitu familiar dalam menggunakannya. Jadi, untuk membunuh process virus yang berjalan di komputer, Anda lebih suka menggunakan task manager. Oleh karena itu pada ratikel kali ini Dunai Komputer akan membahas cara membuka task manager yang dikunci oleh virus.

Nah, agar kita bisa membunuh process virus yang berjalan di komputer maka kita harus mengaktifkan task manager yang di-disable oleh virus. Caranya pun tidak susah, mirip dengan cara membuka folder options yang di kunci virus.

Untuk membuka task manager yang dikunci oleh virus, ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Klik Start »» Run. Ketik "regedit" (tanpa tanda kutip) pada jendela Run dan tekan Enter untuk membuka Registry editor. Jika Registry Editor tidak bisa dibuka, baca cara membuka registry editor yang dikunci oleh virus terlebih dahulu.

  2. Pada jendela Registry Editor, bukalah path "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System"

  3. Key Policeis System
  4. Pada sisi sebelah kanan jendela, carilah value yang bernama "DisableTaskMgr" (tanpa tanda kutip). Hapus key tersebut.

  5. Value Disable Task Manager
  6. Anda juga bisa merubah valuenya dengan melakukan double klik. Pada jendela edit value, rubah value dari 1 menjadi 0.

  7. Edit Value Disbale Task Manager
  8. Tutup jendela Registry Editor.

Semuanya telah selesai. Sekarang coba mengakses task manager dengan menekan tombol kombinasi keyboard Ctrl + Alt + Delete. Jika task manager tidak terbuka juga, coba ulangi langkah-langkah tadi. Pastikan Anda sudah menghapus value "DisbaleTaskMgr" atau merubah nilainya menjadi 0.

Sekian tutorial cara membuka task manager yang dikunci oleh virus. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Mengembalikan Folder Options

Pada artikel sebelumnya yaitu cara membukan registry editor yang dikunci oleh virus, saya berjanji akan membahas mengenai cara mengembalikan Folder Options yang disembunyikan oleh virus. Saya rasa Anda pernah mengalami kalau folder options hilang dari menu tool windows explorer setelah komputer terkena virus. Walaupun virus telah dibasmi dengan menggunkan Antivirus, Folder Options tidak muncul juga. Baik di control panel dan di menu Tools Windows Explorer. Oleh karena itu, pada artikel Dunia Komputer kali ini, saya membahas cara mengembalikan atau memuncukan kembali Folder Options yang disembunyikan oleh virus.

Untuk menyembunyikan atau memunculkan Folder Options, sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda hanya cukup melakukan sedikit perubahan pada Registry Windows. Jika Anda ingin menghilangkan folder options, anda hanya menambahkan 1 buah value pada Registry. Hal inilah yang dilakukan oleh virus untuk menyembunyikan folder options. Oleh karena itu, untuk mengembalikan Folder Options, kita mesti menghapus value yang dibuat oleh virus tersebut. Value apa yang dibuat oleh tersebut? Bagaimana cara mengembalikan folder options? Berikut langkah-langkahnya:
  1. Buka Registry Editor. Dengan mengklik Start »» Run. Ketik "regedit" (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.

  2. Pada jendela Registry Editor, bukalah key "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Policies\Explorer\".

  3. Key Explorer
  4. Pada sisi jendela sebelah kanan, cari value yang bernama "NoFolderOptions". Value inilah yang menyebabkan Folder Options tidak muncul di windows Explorer dan di Control Panel.

  5. Value NoFolderOptions
  6. Jika ketemu, rubahlah nilai value tersebut menjadi 0. Anda juga bisa menghapus value tersebut.

  7. Edit Value NoFoloder Options
  8. Dan tutup jendela registry Editor.

Sampai disini cara mengembalikan Folder Options telah selesai. Namun, mungkin sja folder options Anda belum muncul. Oleh karena itu, silahkan restart komputer terlebih dahulu. Setelah komputer restart dan Anda telah kembali ke desktop Anda, cobalah mengklik menu Tools pada Widows Explorer. Jika Anda melakukan langkah-langkah mengmbalikan folder options tadi dengan benar, saya yakin folder options sudah muncul kembali.

Demikian tips singkat tentang cara mengembalikan Folder Options yang dikunci oleh virus ataupun oleh Administrator Anda. Pada artikel selanjutnya saya akan membahas cara mengembalikan Task Manager yang dikunci oleh virus. Semoga membantu dan Selamat mencoba!

Membuka Registry Editor yang Dikunci Oleh Virus

Artikel kali ini masih berbicara mengenai cara mengatasi kerusakan sistem yang di akibatkan oleh virus. Setalah sebelumnya Dunia Komputer membahas mengenai cara menampilkan file atau folder yang disembunyikan virus, kali ini saya akan mengajak Anda untuk membahas bagaimana cara membuka Registry yang dikunci oleh virus agar Registry Editor bisa kita buka lagi. Tentu saja tanpa mesti mengistal sebuah software. Kenapa harus Registry Editor yang harus dibuka pertama kuncinya? Seperti yang kita ketahui, kebanyakan virus akan mengunci tool-tool penting system windows, seperti Task Manager, Folder options, Control Panel, CMD dan tool-tool lainnya. Hal ini bertujuan untuk melindungi dirinya (virus tersebut). Sedangkan untuk bisa mengaktifkan kembali Task Manager, Folder options, Control Panel atau CMD, kita harus merubah setting di registry editor. Jika Registry Editor saja sudah terkunci, bagaimana kita bisa mengatasi masalah tersebut?

Melihat permasalah diatas, maka yang pertama kali kita lakukan adalah mengaktifkan kembali Registry editor yang dikunci oleh virus. Bagaiman caranya? Saya mempunyai sebuah tips dan trik yang bisa dibilang cukup ampuh untuk membuka registry editor yang dikunci oleh virus. Caranya yaitu dengan menggunakan VB Script atau yang disingkat VBS.

Kenapa menggunakan VB Script? Saya bisa saja menggunakan Registration Entries (reg) atau Command Prompt untuk membuka registry Editor. Mungkin begitu pendapat Anda. Namun, menurut saya cara membuka registry editor tersebut tidak mempan. Saya sudah pernah mencoba menggunakan CMD dan Registration entries (file .reg) untuk membuka registry editor yang dikunci virus. Tapi hasilnya tidak mampu untuk membuka registry editor yang dikunci virus. Jika Anda menggunakan file REG maka akan keluar sebuah dialog yang berbunyi "Registry editing has disabled by your administartor".

Error yang muncul ketika menggunakan registration entries
Jika Anda menggunakan CMD, hasilnya juga akan sama. Pada CMD akan keluar tulisan yang sama pula yaitu "Registry editing has disabled by your administartor".

Error yang muncul ketika menggunakan CMD
Namun, jika kita menggunakan VB Script, tidak akan keluar dialog atau tulisan seperti itu. Registry Editor yang dikunci oleh virus akan bisa kita buka.

Lalu bagaimana cara membuat VB Script untuk membuka Registry Editor? Apa mesti menggunakan sebuah software untuk membuatnya? Cukup mudah. Kita hanya menggunakan Notepad untuk membuatnya. Berikut cara membuat VB Script untuk membuka Registry Editor:
  1. Buka Notepad. Anda bisa membuka kotak Run dan mengetik "notepad" (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter.

  2. Pada jendela Notepad, ketik perintah berikut:

    dim b
    set b = createObject ("WScript.Shell")
    PolSys = "HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\"
    rdw = "REG_DWORD"
    b.Regwrite PolSys & "DisableRegistryTools", "0", rdw

    kemudian klik menu File »» Save As.

  3. Di jendela Save As, pilih All Files pada pilihan Save As Type dan berikan ekstensi ".vbs" untuk name filenya. Misalkan nama filenya "EnableRegedit.vbs".

  4. Simapn sebagai VB Script
  5. Klik tombol OK dan tutup jendela Notepad.

Kini Anda sudah mempunyai sebuah file VB Script yang akan Anda gunakan untuk membuka registry Editor yang dikunci oleh virus. Anda tinggal mengeksekusi (melakukan double klik) terhadapat file VB Script tadi untuk membuka registry editor komputer yang dikunci oleh virus. Setalah itu, cobalah membuka Registry Editor Anda dengan mengetik "regedit" pada kotak Run. Apah berhasil? Jika tidak, coba periksa kembali perintah yang Anda ketik pada file VB Script Anda tadi. Untuk mengedit file VB Script, klik kanan file tersebut dan pilih menu Edit. Maka file tesebut akan terbuka di Notepad.

Sampai disini dulu artikel cara membuka Registry Editor yang dikunci oleh virus. Semoga berguna dan selamat mencoba. Pada artikel berikutnya, saya memberikan cara untuk mengembalikan folder options yang dikunci oleh virus. Agar Anda tidak ketinggalan artikel tersebut, silahkan berlanggan artikel Dunia Komputer secara gratis. Caranya bisa Anda baca di artikel Cara berlangganan artikel blog melalui email.

Mengembalikan File atau Folder yang Disembunyikan Virus

Saya yakin banyak dari Anda yang komputernya pernah terserang virus. Sebagian besar dari Anda bisa membasmi virus tersebut dengan Antivirus, seperti Avira Personal, Kaspersky, Smandav atau PCMAV. Masalahnya sekarang adalah ada beberapa virus yang menyembunyikan file atau folder. Banyak sekali data-data Anda yang tersimpan dalam file atau folder tidak bisa Anda lihat. Walupun virus tersebut tersebut telah Anda basmi dengan Antivirus, namun file atau folder Anda masih saja tidak muncul di Windows Explorer. Kenapa? Hal ini disebabkan karena beberapa virus tersebut memeberikan attribute hidden dan system kepada file atau folder tersebut.

Lalu bagaimana cara mengembalikan/menampilkan kembali file dan folder yang disemunyikan virus? Caranya adalah dengan mengatur agar komputer menampilkan file atau folder yang beratribut hidden dan system yaitu melalui folder options. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Buka Windows Explorer.

  2. Klik menu Tools »» Folder Options.

  3. Pada jendela folder options, hilangkan tanda pada pilihan "Show hidden files and folder". Pilihan ini berfungsi untuk menampilkan file atau folder yang beratribut hidden.

  4. Kemudian untuk menampilkan file yang beratribut system, hilangkan tanda cek (rumput) pada pilihan "Hide protected operating system files (Recommende)".

  5. Folder Options
  6. Selanjutnya klik OK untuk menyimpan setting dan menutup folder options.

Sekarang coba periksa file atau folder Anda yang disembunyikan virus tadi. Apakah sudah muncul di windows explorer? Jika sudah, coba perhatikan file atau folder tersebut. File atau folder tersebut akan terlihat samar-samar bukan?

Sekarang bagaimana cara mengembalikan atrribute file dan folder tersebut agar normal kembali? Agar apabila nanti di bawa ke komputer lain yang tidak Anda set seperti tadi, file dan folder tersebut kelihatan. Untuk melakukan ini Anda membuthkan bantuan sebuah software. Software yang Anda butuhkan adalah software yang berfungsi untuk merubah atribut file atau folder. Salah satu software yang saya rasa cukup bagus adalah Attribute Changer.

Dengan menggunakan Attribute Changer Anda bisa merubah attribute file atau folder dengan mudah. Anda cukup mengklik kanan sebuah file atau folder, kemudian pilih Change attribute.

Konteks Menu
Pada jendela Attribute Changer pilihlah attribute yang sesuai. Agar Anda bisa menampilkan (mengembalikan) file dan folder yang disembunyikan virus, maka set attribute ke normal dan hilangkan tanda cek pada plihan hidden dan system.

Attribute Changer
Bagaimana? Mudah sekali bukan mengembalikan/menampilkan kembali file dan folder yang disembunyikan virus dengan Attribute Changer? Jika Anda ingin menggunakan software ini, silahkan download Attribute Changer secara gratis melalui link diakhir artikel. Dengan attribute changer, mengembalikan file dan folder yang disembunyikan virus jadi lebih mudah dan Anda tidak terlalu khwatir jika komputer terkena virus lagi. Namun, saya berikan saran sebelum komputer Anda terserang virus, lebih baik cegah virus menyerang komputer Anda. Caranya? Silahkan anda baca Tips menghindari serangan virus. Akhir kata, semoga software inibermanfaat dan Selamat mencoba!

Download Attribute Changer.

Windows Tune-Up Part 2

Windows Tune-Up

Melanjutkan artikel Dunia Komputer sebelumnya yaitu Windows Tune Up Part 1, kali ini blog ini kembali membahas tentang Windows Tune Up yaitu bagian yang ke-2. Pada bagian yang pertama saya telah membahas bagaimana cara mempercepat komputer dengan cara mengoptimalkan kinerja hadisk. Sekarang saya akan membahas cara mengatasi komputer yang sedikit lambat dengan mengurangi beban komputer ketika start-up yaitu dengan mengurangi jumlah item yang ada pada start-up program.

Start-up program yang terlalu banyak dapat memperlambat komputer karena windows harus men-load semua program yang ada pada start-up. Sama seperti mobil. Mobil yang berjalan dengan beban yang banyak akan lebih lambat lajunya jika dibandingkan dengan mobil yang membawa beban sedikit. Oleh karena itu, kita mesti mengurangi beban windows agar berjalan lebih cepat.

Untuk itu pada artikel kali ini saya akan memberikan tips untuk mengurangi atau menyeleksi program start-up. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Klik Start »» Run. Ketik “msconfig” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter. Perintah ini berguna untuk membuka System Configuration Properties yang berguna untuk mengatur start-up program

  2. Run
  3. Pada jendela System Configuration Utilities, klik tab Start-Up. Di tab inilah, daftar program start-up disimpan oleh Windows.

  4. System Configuration Utilities
  5. Sekarang Anda tinggal memilih program mana yang memang perlu di load oleh windows pada saat start-up.

  6. Untuk menonaktifkan sebuah program dari Start-up, Anda cukup menghilangkan tanda cek (rumbut) yang Anda di depannya.

Sekarang pertanyaannya, program yang mana bisa dihapus dari daftar start-up? Mungkin banyak dari Anda yang belum tahu atau paham program mana yang bisa dihilangkan dari daftar start-up tersebut. Sebagai gambaran saya berikan beberapa contoh program yang bisa Anda hapus dari daftar start-up tanpa mempengaruhi stabilitas windows. Program-program tersebut diantaranya:
Yahoo Messenger, Nero Check, AcroTray, Adobe Gamma Loader, Quick Time, Adobe Acrobat Speed Launcher, dan lain-lain. Namun, perlu Anda ingat jangan menghilangkan Anti Virus Anda ataupun progran yang berhubungan dengan system keamanan komputer dari daftar Start-up. Apabila ada masih ragu, silahkan bertanya melalui kotak komentar yang tersedia di bawah artikel. Bagi Anda yang tidak mempunyai blog, Anda bisa memilih profile Anonymous atau Name dan URL dengan memasukkan Nama pada input Name dan input URL bisa Anda kosongkan.

Demikin tips singkat untuk mempercepat komputer bagian kedua. Pada artikel selanjutnya saya akan bahasa mengenai cara mempercepat komputer bagian ketiga. Agar Anda tahu jika saya memposting artikel tersebut, silahkan berlangganan gratis artikel melalui Email dengan mengisi form berlangganan yang Anda di bawah. Anda bisa membaca panduan berlanggakan melalui email pada artikel saya yang berjudulcara berlangganan artikel blog melalu email. Akhir kata, semoga artikel mempercepat komputer ini berguna bagi Anda dan selamat mencoba.

Windows Tune Up

Windows Tune-Up

Windows Tune-Up. Dari judul artikel ini Anda sudah bisa menebak kira-kira apa topik artikel Dunia komputer kali ini. Ya! Topik kita kali ini adalah melakukan tune-up terhadap komputer kita dengan mempercepat kinerja windows. Tips ini berguna bagi Anda yang mempunyai masalah dengan komputer yang lambat. Kali ini kita tidak akan menggunakan software seperti Windows 7 TuneUp ataupun CCleaner untuk mempercepat komputer. Namun, kita akan menggunakan tool-tool bawaan Windows untuk melakukannya. Tips mempercepat windows ini akan saya bagi mejadi beberapa bagian. Oleh karena itu pada judul artikel ini saya Windows Tune_up Part 1.

Untuk mempercepat kinerja komputer terutama komputer dengan operating system windows, Anda bisa menggunakan beberapa tool windows. Tips ini bisa Anda terapkan di Windows XP, Vista ataupun Windows 7. Yang pertama adalah dengan mengoptimalkan kineja harddisk. Ada beberapa langkah yang mesti Anda lakukan untuk mengoptimalkan kinerja harddisk. Yang pertama adalah membersihkan file-file sampah dan yang kedua adalah melakukan defragmentasi.

Ok. Langsung saja kita bahasa langkah-langkah tadi satu per satu cara mempercpat komputer Anda. Yang pertama adalah dengan membersihkan file-file samapah. Untuk membersihkan file-file sampah atau file yang tidak berguna di komputer Anda, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Buka Windows Explorer atau My Computer.

  2. Klik kanan Drive C: dan pilih Properties. Hal ini dengan asumsi anda menginstal Windows di Drive C. Jika Anda menginstalnya di drive lain silahkan pilih drive tersebut.

  3. Konteks Menu Properties
  4. Pada jendela Hard drive Properties yang muncul klik tombol Disk Cleanup.

  5. Drive Properties
  6. Kemudian di jendela Disk Cleanup tandai semua item yang mempunyai ukuran lebih dari 0 KB

  7. Pilih item yang akan dibersihkan
  8. Setelah itu, pilih tab More Options dan klik tombol Celan Up yang berada pada bagian System Restore.

  9. Cleanup System Restore
  10. Apa bila muncul dialog peringatan klik tombol Delete.

  11. Setelah itu, klik tombol OK dan akan muncul sebuah dialog lagi. Klik tombol Delete Files untuk melanjutkan.

Proses Disk Clean Up mulai
Proses disk clean up akan dimulai. Anda tinggal menunggu proses tersebut selesai. Biasanya jika Anda baru pertama kali melakukan disk clean up pada harddisk Anda proses ini cukup memakan waktu. Apabila proses disk clean up selesai, tutup jendela disk clean up. Namun, jangan tutup jendela Drive Properties karena setelah melakukan disk clean up kita akan melakukan proses defrag hardisk. Proses defrag hadisk cukup membantu untuk mempercepat kinerja komputer. Berikut cara melakukan defragmentasi (defrag) hardisk:
  1. Masih pada jendela Drive Properties, klik tab Tools. Kemudian klik tombol Defragment Now.

  2. Defrag Hardisk
  3. Pada jendela Disk Defragmenter, pilih drive instalasi Windows Anda. Setelah itu klik tombol Defragment Disk

  4. Jendela Defrag

Kini proses defragmentasi hardisk telah dimulai. Tunggu hingga proses tersebut selesai. Waktu yang dibutuhkan oleh proses ini tergantung dari kapasitas drive yang Anda defrag.

Demikian sedikit tips mempercepat komputer terutama pada OS windows. Semoga tips ini bisa mempercepat komputer yang melambat. Pada artikel selanjutnya saya akan membahas tips mempercepat komputer dengan cara lain yaitu pada Windows Tune-Up Part 2. Oleh karena itu, agar Anda mendapatakan update tips bagian kedua tersebut, silahkan berlangganan secara gratis melalui email dengan mengisi form langganan yang ada dibawah artikel. Jika Anda butuh bantuan cara belangganan memalui email silahkan baca artikel Dunia Komputer yang berjudul Cara belangganan artikel blog melalui Email.

Merubah Huruf Drive pada Komputer

Merubah Huruf Drive pada Komputer

Seperti yang kita ketahui, operating system windows akan memberikan huruf pada setiap drive yang ada di komputer Anda. Atau istilahnya Drive Letter. Biasanya windows akan memberikan huruf "A" untuk floopy drive dan huruf "C" untuk drive system (kecuali jika memang Anda mengaturnya agar instalasi windows tidak berada partisi C). Untuk drive yang lain biasanya diberikan huruf setelah drive C tadi yaitu D, E, F dan seterusnya. Tergantung dari jumlah partisi yang Anda miliki.

Namun, terkadang timbul juga keinginana untul merubah huruf drive pada komputer kita. Misalkan drive E menjadi D dan drive D menjadi E. Bagaimana caranya? Menurut saya cara merubah huruf drive komputer tidaklah telalu sulit. Dengan beberapa langkah, Anda bisa mengganti huruf drive komputer sesuka hati. Jika tertarik ikuti langkah-langkah berikut. Namun sebelumnya saya asumsikan Anda memiliki 3 buah partisi di komputer Anda. Jadi secara default Anda memiliki drive C, D, dan E. Yang akan kita lakukan sekarang adalah merubah huruf dari drive D menjadi E dan sebaliknya huruf drive E menjadi D. Untuk itu ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Buka jendela Computer Management. Anda bisa mengaksesnya melalui control panel pada bagian Adaministrative Tools. Selain itu, juga ada cara singkat untuk membuka Computer Management yaitu melalui kotak dilaog Run. Caranya buka run, ketik "compmgmt.msc" (tanpa tanda petik) dan tekan Enter.

  2. Pada jendela Computer Management, klik Disk Management yang berada pada node Storage.

  3. Kemudian, pada sisi sebelah kanan akan muncul drive-drive yang berada di komputer Anda.

  4. Sekarang misalkan saja kita akan merubah huruf drive D menjadi E terlebih dahulu. Klik kanan pada drive D. Kemudian klik "Change drive letter and Path".

  5. Pilih drive
  6. Pada jendela Change drive letter and path yang muncul, click tombol change.

  7. Jendela Change Drive Letter
  8. Di jendela selanjutnya, pilih hurf melalui menu dropdown yang diberikan. Namun mungkin Anda akan bertanya. Kenapa huruf E tidak ada ya? Padahal Anda mau merubah huruf drive dari D ke E. Hal ini disebabkan oleh karena huruf E tekah digunakan oleh sebuah drive pada komputer Anda. Jadi huruf E tidaka akan muncul disana. Lalu bagaimana? Jangan khawatir. Anda rubah dulu huruf drive D tadi ke huruf lainnya. Contohnya F, G atau yang lain. Asalkan huruf tersebut belum digunakan oleh drive manapun di komputer Anda. Termasuk flashdisk. Untuk itu, Anda pilah saja dulu huruf F. Nanti setelah drive E kita rubah menjadi D, baru kita rubah kembali drive tadi menjadi E. Bingung bukan? he... Abis penjelasannya kepanjangan. he..

  9. Rubah Huruf Drive
  10. OK. Kita lanjut saja. Setelah Anda pilih F untuk huruf baru drive D tadi, klik tombol OK untuk menyimpan perubahan.

  11. Simpan Perubahan
  12. Jika muncul pesan seperti gambar di bawah, klik tombol Yes untuk melanjutkan.

  13. Message Box

Nah sekarang drive D Anda tadi, sementara telah berubah hurufnya menjadi huruf F. Kenapa saya katakan sementara? Karena, nanti setelah Anda merubah huruf drive E menjadi D, drive F ini akan kita rubah huruf drivenya menjadi E. Untuk itu, kita rubah dulu huruf drive E menajdi D. Caranya sama dengan cara merubah drive tadi. Bedanya cuma drive yang akan kita rubah hurufnya. Jadi untuk gambar bisa hampir sama dengan gambar pada langkah di atas tadi. Berikut caranya:
  1. Masih pada daftar drive pada jendela Computer Management tadi, sekarang Anda klik kanan drive E dan pilih Change drive and Path.

  2. Di jendela selanjutnya, klik tombol change.

  3. Kemudian pada jendela berikutnya pilih huruf drive yaitu huruf D.

  4. Klik OK untuk menyimpan. Pada pesan yang muncul klik Yes.

Sekarang huruf drive E tekah berubah menjadi D. Namun, pekerjaan Anda belum selesai karena drive yang awalnya mempunyai huruf D masih berhurf F pada langkah sebelumnya. Jadi sekarang Anda tinngal merubahnya ke huruf E. Caranya? Lakukan langkah-langkah yang sama seperti langkah-langkah yang telah saya sebuatkan tadi.

Demikian tutorial cara merubah huruf drive atau drive letter pada komputer. Semoga membantu dan selamat mencoba. Satu lagi, tutorial merubah hururf drive ini bisa Anda gunakan di Windows XP, Vista maupun Windows 7.

Menyembunyikan Drive pada Windows Explorer

Menyembunyikan drive pada Windows Explorer mungkin Anda butuhkan jika komputer yang Anda gunakan termasuk komputer yang digunakan oleh lebih dari satu orang atau komputer umum. Hal ini bertujuan untuk mengamankan data yang ada pada drive tersebut. Mungkin saja data Anda tersebut bersifat rahasia dan tidak ingin user lain membacanya atau bahkan mengcopynya.

Beruntunglah pada Windows XP, Windows Vista, dan Windows 7 terdapat sebuah fitur yang mengijinkan Anda untuk menyembunyikan drive pada Windows Explorer. Dengan begitu Anda bisa menyembunyikan sebuah drive pada Windows Explorer dari user lain. Namun, Anda hanya bisa melakukan ini jika Anda mempunyai hak administrator pada komputer tersebut. Bagaimana caranya? Berikut Dunia Komputer berikan cara menyembunyikan drive dari Windows Explorer:
  1. Klik Start »» Run kemudian ketik "gpedit.msc" (Tanpa tanda kutip) dan tekan Enter

  2. Run
  3. Pada jedela group policy, pilih User Configuration »» Adminstrative Templates »» Windows Components »» Windows Explorer.

  4. Pada sisi sebelah kanan jendela, cari item "Hide this specified drives from My Computer.

  5. hide specified drive item
  6. Setelah ketemu, klik dua kali item tersebut untuk membuka konfigurasinya.

  7. Konfigurasi menyembunyikan drive
  8. Pada jendela konfigurasi yang muncul,tandai pilihan Enabled.

  9. Kemudian pada opsi di bawahnya, pilih drive yang akan disembunyikan pada menu drop down yang tersedia.

  10. Pilih drive
  11. Setelah itu, klik tombol OK untuk menyimpan perubahan dan menutup jedela konfigurasi tadi.

  12. Enable setting

Kini semuanya telah selesai. Jika user lain menggunakan komputer Anda, maka ia tidak akan melihat drive yang telah Anda sembunyikan tadi. Bahkan Anda pun tidak akan melihat drive tersebut. Namun, jika Anda ingin mengakses drive tersebut, Anda bisa mengetik huruf dari drive tersebut di address bar Windows Explorer. Sekian tutorial cara menyembunyikan drive pada Windows Explorer. Selamat mencoba dan semoga membantu!