Showing posts with label Windows XP. Show all posts
Showing posts with label Windows XP. Show all posts

Mengganti Password User Lain di Windows XP

Setelah kemarin saya selingi sedikit artikel tips trick komputer dengan artikel tentang Kontes SEO Negeriads.com, pada artikel komputer kali ini, saya ingin membahas sebuah tips windows xp yang mungkin berguna buat Anda. Tips tersebut adalah cara merubah password user (orang lain) di Windows XP tanpa perlu login atau mengetahui password user tersebut.

Saya harap tips ini tidak digunakan untuk hal yang kurang baik. Seperti, mengintip data orang tanpa ijin atau bahkan mengambilnya tanpa ijin. Gunakanlah untuk hal yang baik. Misalnya jika Anda atau teman Anda lupa password Windows XP mereka. Tips ini bisa digunakan untuk mereset atau merubah password user Windows XP tersebut.

Sebagai catatan. Tips merubah password user lain di Windows XP ini bisa dilakukan jika Windows XP tersebut mempunyai lebih dari 1 (satu) user account. Selain itu, user account yang Anda gunakan untuk merubah password harus mempunyai hak administrator. Bagaimana jika hanya terdapat 1 (stau) user account saja? Berharaplah account Administrator yang dibuat secara otomatis pada saat instalasi Windows XP tidak terhapus atau diganti namanya. Jika tidak terhapus atau terganti namanya, Anda bisa menggunakan user administrator tersebut untuk melakukannya. Bagaimana cara memunculkan user Administrator tersebut? Silahkan dibaca pada artikel saya yang berjudul Memunculkan User Administrator di Windows XP.

Jika semuanya sudah siap, berikut cara mengganti password user lain di Windows XP:
Melihat semua user account yang ada di windows XP
Sebelum Anda merubah password sebuah user account, ada baiknya Anda melihat nama user yang ada pada Windows XP tersebut. Tujuannya yaitu mengetahui dengan tepat nama user yang akan Anda rubah passwordnya. Agar meminimallisir kesalahan. Untuk melihat nama-nama user di Windows XP, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Klik Start »» Run. Ketik "cmd" (tanpa tanda petik) dan tekan Enter, untuk membuka Command Prompt.

  2. Pada jendela Command Prompt, ketik perintah "net users" (tanpa tanda petik) kemudian tekan Enter.

Peintah CMD tadi berfungsi untuk menampilkan seluruh user account yang Anda pada komputer Windows XP. Sekarang ingatlah atau catat nama user yang akan Anda ganti passwordnya.

Mengganti/Merubah Password User Lain di Windows XP
Setelah nama user Anda ketahui, kini saatnya merubah password dari user tersebut. Caranya sebagai berikut:
  1. Masih dijendela Command Prompt, ketik perintah dengan format net user Username (nama user) *. Contohnya, username (nama user) adalah Adit. Jadi perintahnya adalah net user Adit *. Namun jika username menggunakan spasi, misalnya Gus Adit, maka username harus ditambahkan tanda petik. Hingga perintahnya menjadi net user "Gus Adit" *. Tekan Enter untuk melanjutkan.

  2. Dari hasil perintah tadi kemudian Anda akan diminta untuk memasukkan password baru dan tekan Enter. Kemudian, Anda diminta memasukkan password sekali lagi dan tekan Enter. Namun ingat, ketiklah password dengan teliti karena password tersebut tidak akan ditampilkan oleh command prompt.

Kini semuanya telah selesai, Anda telah berhasil mengganti atau mereset password user lain pada Windows XP. Selamt mencoba dan semoga bermanfaat!

Memunculkan User Administrator di Windows XP

Pada hari ini, saya akan membahas bagaimana cara memunculkan user Administrator pada login screen Windows XP. Karena secara default, selain user account yang Anda buat sendiri sebuah account administrator akan dibuat pada saat proses instalasi Windows XP. Account administrator ini bisa Anda gunakan untuk mengatur sistem jika user account Anda sendiri mengalami masalah. Namun, account administrator ini tidak terlihat pada jendela user account atau pada login screen Windows XP. Bagaimana cara memunculkan account administrator Windows XP Anda?

Ada beberapa cara untuk menampilkan account administrator pada Windows XP. Beberapa cara tersebut saya rasa cenderung mudah dilakukan. Saya yakin Anda bisa melakukannya. Berikut cara memunculkan account administrator Windows XP Anda.
  1. Safe Mode
    Cara yang pertama adalah dengan masuk ke safe mood. Biasanya jika Anda masuk ke safe mode windows XP, pada login screen Anda akan menemukan user account Administrator. Bagaimana cara masuk ke safe mode? Untuk masuk ke safe mode, pada saat komputer mulai boot ke Windows XP, tepatnya sebelum jendela login screen muncul, tekan tombol F8 pada keyboard secara terus menerus. Setelah itu, akan muncul jendela berwarna hitam yang berisi beberapa pilihan. Pilih safe mode pada jendela itu, dengan menekan tombol panah keyboard dan ssetelah safe mode terpilih, tekan Enter.

    Pada saat Anda mulai masuk ke safe mode, pada login screen Anda akan melihat account Administrator selain account Anda sendiri. Klik icon account tersebut untuk masuk ke account Administrator.

  2. Menggunakan Kombinasi Keyboard Ctrl+Alt+Del
    Selain melalui safe mode, ada cara lain masuk ke account Administrator yaitu dengan menggunakan tombol kombinasi keyboard Ctrl+Alt+Del. Caranya, pada saat jendela login screen atau welcome Windows XP muncul, tekan tombol kombinasi Ctrl+Alt+Del sebanyak 2 (dua) kali. Maka akan muncul jendela login klasik. Masukkan Username Administrator dan password (jika menggunakan password).

  3. Menambahkan Value pada Registry
    Cara yang ketiga untuk menampilkan user Administrator pada Windows XP adalah dengan memasukkan sebuah value pada Registry Windows. Caranya, klik Start »» Run, ketik "regedit" (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter. Pada jendela Registry Editor buka key HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\SpecialAccounts\UserList. Pada sisi sebelah kanan, klik kanan pada area kosong, pilih New »» DWORD value.

    Buat DWORD value baru
    Kemudian berikan value baru tersebut dengan nama "Administrator" (tanpa tanda kutip). Setelah itu, klik dua kali value yang baru Anda buat untuk memberikan nilainya dan masukkan angka 1 pada input value di jendela Edit DWORD. Klik OK.

    edit administrator dword value
    Terakhir tutup Registry Editor. Sekarang cobalah melakukan log off atau restart komputer Anda, untuk mengetahui apakan user Administrator sudah muncul pada login screen? Jika ya berarti semuanya berhasil. Jika belum, cobalah memeriksa key yang Anda buat pada registry tadi. Pastikan semuanya benar.

Sekian tips cara menampilkan user account administartor pada jendela login screen Windows XP. Sedikit catatan buat Anda, tips ini saya buat dengan berasumsi bahwa pada saat instalasi Windows XP, Anda membuat user account lain selain account Administrator. Atau Anda tidak menggunakan atau membuat account dengan nama Administrator. Semoga berguna buat Anda dan selamat mencoba!

Menghapus atau Menambahkan OS dengan EasyBCD

Pada posting Kofigurasi Boot dengan EasyBCD saya berjanji akan memposting cara menggunakan EasyBCD. Namun, setelah posting tersebut saya malah memposting tentang cara mengkostumisasi taskbar preview Windows 7. Hal ini karena kebetulan saya lagi sibuk sehingga tidak sempat membuat tutorial EasyBCD dan kebetulan artikel tentang taskbar preview windows 7 telah saya buat sebelumnya jadi saya post saja terlebih dahulu. Saking sibuknya, juga tidak sempat mencari backlink untuk Negeriads.com solusi berpromosi. Saya belum sepat ngecek juga posisinya sekarang.

Tutorial EasyBCD sekarang ini lebih saya tekankan kepada cara menghapus sebuah operating system (OS) dari daftar boot dan juga cara menambahkan OS ke dalam daftar boot. Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas tentang cara menghapus salah satu OS dari daftar boot. Namun, artikel tersebut hanya untuk komputer yang menggunakan OS Windows XP. Bagi Anda yang menggunakan OS Windows 7 atau Vista sebagai primary boot, mungkin sedikit kesulitan untuk menghapus atau mengambah OS ke daftar boot. Sebab, file boot.ini tidak ada lagi pada Windows 7 dan Vista.

Oleh karena itu, maka pada artikel komputer kali ini saya akan membahas masalah tersebut dengan menggunakan EasyBCD. Biar ga bertele-tele, berikut cara menghapus atau menambahkan OS ke daftar boot dengan EasyBCD:
  1. Buka EasyBCD. Jika Anda belum mempunyainya silahkan baca postingan terdahulu.

  2. Pada jendela EasyBCD klik tombol "Add/Remove Entries" yang berada pada sisi sebelah kanan jendela.


  3. Kemudian pada sisi kanan jendela, Anda akan melihat beberapa OS pada daftar boot.

Melalu jendela inilah Anda nantinya bisa menghapus atau menambah OS ke daftar boot Anda. Pada jendela ini Anda bisa melihat 2 buah bagian yaitu Manage Existing Entries dan Add Entry. Pada bagian pertama Anda bisa menghapus entry OS dan merubah urutan OS dari daftar boot. Pada bagian Add Entries, Anda bisa menambahkan OS ke dalam daftra boot. Berikut saya berikan tutorial dari masing-masing fungsi tersebut.

Menghapus OS dari daftar boot
Untuk menghapus OS dari daftar boot ikuti langkah-langkah berikut
  1. Masih pada jendela yang sama, pilih salah satu OS yang ingin Anda hapus pada daftar yang tersedia dengan mengkliknya.

  2. Setelah itu klik, klik tombol Delete yang berada dibagian atas.

  3. Menghapus OS dari dafta boot

Selesai. Kini coba restart komputer Anda. Apakah OS yang telah Anda hapus masih kelihatan pada daftar boot? Saya yakin OS tersebut tidak kelihatan lagi.

Menambahkan OS ke daftar boot
Selain menghapus OS dari daftar boot, seperti yang saya sebutkan tadi, EasyBCD juga bisa menambahkan OS ke daftar boot. Misalkan Anda mengistall Ubuntu sebelum menginstall Windows 7 atau XP. Maka boot loader Windows 7 tidak akan mengenali Ubuntu. Untuk itu Anda harus menambahkan Ubuntu ke daftar boot. Untuk menambah OS ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Kembali lagi ke jendela EasyBCD pada bagian Add/Remove Entries. Di bawah Manag Existing Entries tadi Anda bisa melihat Add Entris.

  2. Untuk menambahkan OS Linux dalam contoh ini saya memakai Ubuntu, klik tab Linux. Jika ingin menambahkan OS lain selain Linux, Anda bisa mengklik masing-masing tab sesuai dengan jenis OS yang ingin Anda tambahkan.

  3. Pada tab Linux ini, pilih Grub pada input Type. Kemudian berikan nama pada OS tersebut agar gampang dikenali melalui input Name. Misalnya Ubuntu 9.10.

  4. Lalu pada Drive, pilih partisi Anda yang sudah terinstall dengan Ubuntu. Dalam komputer saya, saya memilih Partition 2 (Linux Native 14GB).

  5. Menambahkan OS ke daftar boot
  6. Kemudian klik tombol Add Entry. Setelah itu Anda akan melihat Ubuntu telah berada pada daftar Manage Existing Entries.

Sekarang restart komputer. Pada saat boot cobalah memilih OS yang Anda tambahkan tadi. Apakah Anda bisa masuk ke OS tersebut? Jika ya berarti semuanya berjalan dengan baik. Jika tidak, coba periksa partisi yang Anda pilih tadi, mungkin terjadi salah pilih partisi.

Sekian cara menambahkan OS kedalam daftar boot sekaligus cara menghapus OS dari daftar boot. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Konfigurasi Boot dengan EasyBCD

Beberapa waktu lalu saya telah memposting artikel mengenai manajemen OS (Operating System) yaitu mengenai Cara menghapus OS dari daftar Boot. Namun, pada tutorial tersebut saya hanya menyebutkan bagaimana menghapus salah satu OS dari dual boot Windows XP. Sedangkan untuk menghapus OS dari dual boot Windows XP dan Windows Vista atau Windows XP dan Windows 7 belum saya bahas. Kenapa?

Manajemen OS pada dual boot Vista dan XP atau dengan Windows 7 caranya agak sedikit berbeda. Terutama untuk menghapus OS dari daftar boot. Hal ini karena boot manager pada dual boot Vista dan XP akan diletakkan pada partisi Windows Vista yang akan otomatis menimpa boot manager Windows XP. Namun, pada Windows Vista maupun Windows 7 tidak terdapat lagi file Boot.ini. Untuk melakukan manajemen boot Anda bisa menggunakan fasilitas Startup dan Recovery bawaan Windows yang terdapat pada system properties. Namun, pada fasilitas tersebut, saya tidak menemukan tombol untuk melakukan edit terhadap konfigurasi boot (terutama Vista dan Windows 7). Anda hanya bisa melakukan perubahan terhadap default OS yang akan di load serta melakukan perubahan timeout saja. Untuk melakukan modifikasi terhadap konfigurasi boot pada Vista atau Windows 7, memang disediakan sebuah tool yaitu "Bcdedit". Sayangnya, melakukan modifikasi boot melalui Bcdedit menurut saya agak susah.

Nah, untuk mengatasi masalah tersebut atau agar lebih mudah melakukan modifkasi (perubahan) konfigurasi boot pada dual OS XP dan Vista atau XP dan Windows 7 atau Windows Vista dan Windows 7, ada sebuah software yang bagus untuk melakukannya. Nama software untuk melakukan perubahan terhadap konfigurasi boot ini ada EasyBCD. EasyBCD mempunyai fitur yang banyak untuk melakukan konfigurasi boot, mulai dari merubah default OS, Bootloader timeout, menghapus salah satu OS dari daftar boot, manjemen bootloader, melakukan diagnosis, dan masih banyak fitur-fitur lainnya. Cara menggunakannya pun saya rasa sangat mudah sekalipun Anda tdak ahli dibidang ini.

Konfigurasi Boot lebih mudah dengan EasyBCD
Selain itu, EasyBCD juga bisa mengenali partisi Linux. Anda bisa menambahkan OS Linux dalam daftar boot. Saya telah mencoba menambah kan Ubuntu dalam daftar boot tersebut. Biasanya jika kita menggunakan dual boot Windows dan Ubuntu, Windows tidak akan mengenali partisi Ubuntu. Untuk masuk ke desktop ubuntu, kita mesti mengubah urutan boot dari bios. Namun, dengan EasyBCD semuanya jadi mudah.

Cara menggunakan EasyBCD dan tutorial manajemen OS dan konfigurasi boot dengan EasyBCD akan saya bahas pada artikel komputer mendatang. Jadi mulailah berlangganan artikel blog ini untuk mendapatkan update artikel tersebut. Jika Anda ingin segera menggunakan EasyBCD, silahkan download EasyBCD di Neosmart.com

Cara Uninstall Client Service for NetWare

Client Service for NetWare? Mungkin Anda kurang familiar dengan nama tersebut dan mungkin banyak juga yang sudah tahu. Namun sekarang Dunia Komputer tidak akan membahas apa Client Service for NetWare. Pada artikel komputer kali ini saya ingin membahas bagaimana cara melakukan Uninstall Client Service for NetWare. Cara Uninstall Client Service for NetWare ini merupakan pertanyaan dari teman facebook Dunia Komputer. Kenapa mesti di unsitall? Client Service for NetWare mengakibatkan hilangnya Welcome Screen dengan ditandai login screen berubah. Begitu juga dengan proses shutdown komputer berubah.

Jika Anda menghidupkan komputer dengan Windows XP, biasanya Anda menemukan welcome screen ketika akan masuk ke Windows.

Welcome Screen
Namun, ketika Client Service for NetWare terinstall pada komputer, jendela login screen berubah. Jendela login yang biasanya tidak meminta Anda memasukkan username dan password, kini malah meminta username dan password. Padahal Anda tidak pernah menggunakan password.

Logon Klasik

Begitu juga dengan proses shutdown atau restart berubah. Biasanya begitu Anda mengklik tombol Shutdown pada start menu, Windows akan memberikan sebuah pilihan Standby, Shutdown atau Restart. Anda tinggal mengklik salah satu icon pada jendela pilihan tersebut.

Shutdown
Namun, ketika Client Service for NetWare terinstall, proses tersebut berubah, Anda akan melihat sebuah jendela dan mesti memilih Shutdown pada sebuah dropdown box dan klik tombol OK. Setelah itu, Windows baru mulai melakukan Shutdown.

Jendela Shut Down berubah
Untuk merubah cara shutdown, restart atau log off Windows XP, biasanya Anda bisa melakukannya melalui User Account. Pada jendela User Account klik tulisan "Change the way user log on or off". Namun, ketika Client Service for NetWare masih terinstall, akanmuncul sebuah pesan yang menyatakan Client Service for NetWare menonaktifkan Welcome Screen dan Fast User Switching.


Pada jendela selanjutnya, dimana Anda biasanya bisa memberikan tanda cek pada pilihan, use the welcome screen untuk mengaktifkan Welcome Screen, namun jendela logon options tidak aktif.

Logon options tidak aktif
Berdasarkan kasus diatas, agar kita bisa mengembalikan welcome screen pada Windows XP, Anda mesti melakukan Uninstall Client Service for NetWare. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Buka Contorl Panel »» Network and Internet Connections »» Network Connections.

  2. Pada jendela Network Connections, klik kanan icon Network adapater Anda. Biasa bertulisakan Local Area Connection. Kemudian pilih Properties.

  3. Local Area Connection
  4. Pada jendela Properties, pilih Client Service for NetWare dan klik tombol Uninstall. Jika muncul sebuah dialog klik Yes.

  5. Local Area Connectin Properties
  6. Setelah proses selesai, Anda akan diminta untuk me-restart komputer. Klik Yes untuk melakukan Restart.

  7. Setelah komputer Restart, masuk ke Control Panel »» User account.

  8. Pada jendela User Account, klik tulisan "Change the way user log on or off".


  9. Di jendela selanjutnya, berikan tanda cek (rumput) pada "Use the Welcome screen" dan "Use fast user switching". Biasanya pilihan kedua ini akan langsung tertandai jika Anda menandai "Use the Welcome screen" tadi.

  10. Logon Options

Semuanya selesai. Kini cobalah melakukan restart lagi untuk mengetahui apakah semuanya berhasil? Jika Welcome Screen telah kembali dan Anda tidak menemukan jendela login yang klasik lagi, berarti semuanya beres.

Namun, saya ingatkan sedikit! Pastikan fitur Client Service for NetWare tidak digunakan oleh aplikasi apapun. Jika Anda melakukan uninstall Client Service for NetWare, mungkin mengakibatkan aplikasi tersebut tidak berjalan.

Sekian tutorial cara melakukan uninstall Client Service for NetWare yangtujuannya mengembalikan Welcome Screen Windows dan mengaktifkan kembali User Fast Switching. Semoga bermanfaat!

Menghapus Item pada Menu Konteks New

Ketika Anda mengklik kanan di area kosong pada Desktop atau Windows Explorer biasanya Anda akan menemukan menu konteks (Context Menu) New. Dengan menu konteks New ini Anda lebih mudah untuk membuat shortcut, folder dan dokumen baru pada Explorer atau Desktop. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah program yang Anda install pada komputer, jumlah subitem pada context menu New inipun bertambah banyak. Ketika jumlahnya sudah terlalu banyak, tampilan subitem dari menu konteks New pun akan tidak bagus. Dan mungkin banyak pula dari submenu tersebut tidak Anda butuhkan. Bagaimana cara menghapus beberapa item pada Menu Konteks (Context Menu) New tersebut? Agar subitem menu konteks New menampilkan item yang hanya kita perlukan.

konteks menu New dengan banyak item
Untuk mengapus atau menonaktikan item pada menu konteks New pada Windows, Anda bisa mengguankan sebuah software (freeware) yang bernama ShellMenuNew. Software ini dibuat oleh Nirsoft.com. Cara penggunaan ShellMenuNew tidaklah sulit. Anda tinggal mendownload programnya terlebih dahulu (link download di akhir artikel) dalam bentuk zip, kemudian mengekstraknya lalu menjalankannya. ShellMenuNew tidak membutuhkan proses instalasi.

Bagaimana cara menggunakan ShellMenuNew untuk menonaktifkan submenu menu konteks New? Berikut saya sajikan sedikit tutorialnya:
  1. Jalankan program ShellMenuNew.

  2. Pada jendela aplikasi ini, Anda akan melihat item-item yang terdaoat pada menu konteks New.

  3. Untuk menonaktifkan atau menghapus salah satu item dari daftar kontek menu New, klik kanan pada item tersebut dan pilih "Disable selected Menu Items". anda juga bisa menggunakan shortcut dengan menekan tombol F7 pada keyboard.

  4. Jika Anda ingin menonaktifkan beberapa menu sekaligus, Anda bisa memilih sebuah menu terlebih dahulu dan sambil menekan tombol Ctrl pilih item lainnya hingga semua item yang ingin Anda hilangkan dari daftar terpilih. Setelah itu, klik kanan dan pilih "Disable selected Menu Items".

  5. Menghapus Item pada Menu Konteks New
  6. Jika suatu saat Anda ingin mengembalikan item tersebut muncul kembali di daftar subitem menu konteks new, lakukan cara yang sama. Namun, yang Anda pilih adalah "Enable selected Menu Items".

  7. Mengaktifkan kembali Item pada Menu Konteks New

Sekarang coablah mengakses menu konteks New dengan mengklik diarea kosong desktop dan sorot pada menu New. Apakah jumlah subotemnya sudah berkurang?

konteks menu New dengan sedikit item
Bagaimana? Gampang sekali bukan menghapus atau menghilangkan item dari konteks menu New? Software ini bisa Anda gunakan untuk mengurangi jumlah subitem menu konteks New pada Window 2000, XP, Vista dan Windows 7. Tertarik untuk segera mencobanya? Langsung saja donwload softwarenya melalui link di bawah!

Download ShellMenuNew

Merubah Nama Account Guest di Windows

Di Windows kita sering melihat sebuah user account yang dibuat secara default oleh Windows. Nama user Account tersebut adalah Guest. Account Guest ini biasanya digunakan oleh user yang tida mempunya sebuah account di komputer tersebut, namun ingin mengakses komputer. Aaccount guest tidak memiliki hak administrtor pada komputer tersebut. Mungkin Anda para Administartor komputer ingin merubah nama account guest tersebut. Namun, apakah nama dari account Guest bisa dirubah?

Bisa. Anda masih dapat merubah nama account Guest di Windows Anda. Baik windows XP, Vista maupun Windows 7. Dengan sedikit trik Guest account dapat dirubah. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Buka Control Panel »» Permomance and Maintenance »» Administartive Tools »» Local Security Policy

  2. Local Security Policy
  3. Pada jendela Local Security Policy, klik node Local Policy »» Security Options.

  4. Security options
  5. Kemudian pada sisi jendela sebelah kanan cari item bernama Account: Rename Guest Account. Setelah ketemu klik 2 kali (double klik) item tersebut.

  6. Rename Guest Account
  7. Selanjutanya akan muncul jendela Account: Rename Guest Account Properties. Rubah nama guest account dengan nama yang Anda inginkan. Mislanya: Tamu Saya.

  8. Rubah nama account guest
  9. Klik OK untuk menyimpan perubahan.

Semuanya selesai sampai disini. Sekarang coba untuk membuka jendela User Account melalui Contorl Panel »» User Account. Nama guest account sudah berubah menjadi nama yang Anda inginkan tadi.

Nama Account Guest berubah
Sekian cara merubah nama account Guest pada Windows. Semog abermanfaat dan selamat mencoba!

Membatasi Akses Program pada Windows (Part 2)

Bagi Anda pengujung setia blog Dunia Komputer ini, Anda tentu masih ingta dengan artikel komputer terakhir dari blog ini yaitu mengenai Cara membatasi program di Windows. Pada artikel tersebut, saya menjelaskan cara memblokir (memblock) program di windows melalui Group Policy yaitu dengan cara memasukkan daftar program yang boleh diakses pada setting Run only specified Windows applications. Namun, masalah mungkin timbul jika program yang bisa diakses oleh user jumlahnya banyak. Sedangkan program yang diblokir jumlahnya sedikit atau mungkin hanya 1 sampai 3 program. Tentu memakan waktu yang banyak untuk memasukkan program-program yang bisa diakses oleh user. Lalu bagamana cara yang lebih mudah untuk membatasi program pada Windows? Mengingat program yang kita blokir hanya sedikit.

Saya mempunyai sebuah tips lagi untuk membatasi akses program di Windows. Caranya hampir sama dengan cara pertama yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Perbedaanya hanya pada program yang dimasukkan ke daftar. Pada cara memblokir program ini, program yang Anda masukkan adalah program yang tidak boleh diakses atau diblokir.

Langsung saja saya bahasa cara membatasi program di Windows bagian kedua ini. Untuk itu ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Klik Start Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor.

  2. Pada jendela Group Policy Editor, bukalan User Configuration »» Administrative Templates »» System.

  3. Group Policy Editor
  4. Disisi jendela sebelah kanan cari item yang bernama Don't run specified Windows applications dan klik dua kali (double click) item tersebut.

  5. dont run specified windows applications
  6. Pada jendela setting yang muncul pilih opsi Enabled. Kemudian klik tombol Show yang ada di bawahnya.

  7. dont run specified windows applications properties
  8. Selanjutnya, di jendela yang muncul masukkan nama file executable dari program yang akan diblokir (block). Misalkan Anda ingin memblokir program agar karyawan atau anak-anak Anda tidak bis amengakses internet, maka Anda akan memblock browser dan downloader seperti utorrent.exe untuk Utorrent, IDMan.exe untuk Internet Download Manager, firefox.exe untuk Firefox, iexplore.exe untuk Internet Explorer dan lain sebagainya. Nama-nama file executable dari masing-masign program bisa Anda lihat di path mereka, biasanya di folder Program Files.

  9. daftar program yang akan di block
  10. Setelah semua program yang Anda ingin block selesai Anda masukkan, klik OK. Kemudian kli OK juga pada jendela sebelumnya.

Sekarang cobalah membuka program yang Anda masukkan dalam daftar program yang di block. Apakah program tersebut berjalan? Jika tidak berarti Anda berhasil. Nah sekarang semuanya telah selesai. Anda telah berhasil memblokir program di Windows. Sekian tips untuk membatasi program di Windows. Selamat mencoba!

Membatasi Akses Program di Windows

Terkadang banyak dari Anda yang menggunakan satu komputer secara bersama-sama. Misalkan komputer keluarga, sekolah ataupun kantor. Dengan berbagi komputer Anda dapat bersama-sama menggunakan file ataupun program. Namun, pernahkan Anda berniat untuk membatasi akses program pada komputer Anda? Misalkan, Anda ingin agar program seperti games tidak bisa diakses oleh karyawan di kantor atau anak-anak dirumah pada masa ujian sekolah atau ulangan umum. Bagaimana cara membatasi atau memblokir akses terhadap program di windows?

Mungkin banyak dari Anda yang menghapus (uninstall) program tersebut sebagai solusi. Namun, saya rasa tidak efektif. Mereka bisa saja menginstall kembali atau menggunakan versi portable tanpa sepengetahuan Anda. Lalu bagaimana solusinya? Salah satu cara yang saya sering gunakan adalah memblokir (mem-block) atau melarang akses terhadap suatu atau beberapa program. Tips ini bekerja di Windows XP, Windows Vista maupun Windows 7. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Klik Start Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor.

  2. Pada jendela Group Policy Editor, bukalan User Configuration »» Administrative Templates »» System.

  3. Group Policy Editor
  4. Disisi jendela sebelah kanan cari item yang bernama Run only allowed Windows applications dan klik dua kali (double click) item tersebut.

  5. Run only allowed Windows applications
  6. Pada jendela setting yang muncul pilih opsi Enabled. Kemudian klik tombol Show yang ada di bawahnya.

  7. Jedela setting akses program
  8. Selanjutnya, di jendela yang muncul masukkan nama file executable dari aplikasi yang tidak akan diblokir (di-block). Contohnya: photoshop.exe untuk Photoshop, word.exe untuk Microsoft Word, excel.exe untuk Microsoft Excel, notepad.exe untuk Notepad dan lain sebagainya. Nama-nama file executable dari masing-masign program bisa Anda lihat di path mereka, biasanya di folder Program Files.

  9. Daftar program yang boleh diakses oleh user
  10. Setelah semua program yang Anda tidak ingin block selesai Anda masukkan, klik OK. Kemudian kli OK juga pada jendela sebelumnya.

Sekarang cobalah membuka program yang tidak Anda masukkan dalam daftar tadi. Apakah program tersebut berjalan? Jika tidak berarti Anda berhasil. Nah sekarang semuanya telah selesai. Anda telah berhasil mematasi akses program pada Windows. Perlu saya ingatkan sekali lagi, kalau program yang Anda masukkan pada daftar tadi adalah program yang tidak ingin Anda block. Dengan kata lain, program yang Anda masukkan pada langkah tadi adalah program yang bisa diakses user.

Sekian trik untuk membatasi akses program pada Windows. Semoga dengan tips ini Anda bisa memblokir (memblock) program yang tidak ijinkan dijalankan oleh user lain. Pada artikel berikutnya, dunia komputer akan meberikan cara ke-2 dari tips memblokir program di Windows. Jadi sering-seringlah mampir ke blog Komputer ini. Atau Anda boleh berlangganan artikel komputer gratis blog Dunia Komputer. Caranya? Silahkan baca artikel Cara belangganan artikel blog melalui email.

Membuat Live CD Windows dengan Bart PE Builder

Artikel kali ini masih membahas mengenai operating system, setelah kemaren saya mengajak Anda membuat custom CD/DVD installer windows XP, sekaranfg saya mengajak Anda untuk membuat Live CD Windows (Windows Live CD). Selama ini, mungkin Anda hanya mengetahui jika Live CD hanya bisa dibuat di Linux. Namun sekarang Anda juga bisa Live CD Windows.

Apa itu Live CD? Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu Live CD, saya berikan penjelasan singkat aja. Live CD adalah sebuah operating system dalam CD. Anda bisa booting dan menggunakan operating system dalam CD tersebut layaknya operating system yang terinstall di harddrive. Fungsi live CD banyak sekali, contoh yaitu jika Windows Anda rusak dan Anda tidak bisa sama sekali masuk ke linkungan Windows, namun banyak sekali data yang Anda simpan di drive tempat instalasi Windows. Jika Anda install ulang, kemungkinan besar data akan hilang. Lalu bagaimana cara mengambil data tersebut? Disinilah fungsi dari live CD, Anda boot dan masuk Windows Live CD kemudian mengcopy data Anda. Setalah data terback-up baru install Windows.

Bagaimana cara membuat Live CD Windows? Caranya tidak sulit. Yang Anda butuhkan adalah sebuah software yang bernama Bart PE Builder (Link Download Bart PE builder bisa Anda temukan di akhir artikel), CD Instalasi Windows XP, dan sebuah CD Blank (kosong). Jika semuanya dusah siap, ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat live CD windows:
  1. Jalankan Bart PE Builder. Jika pertama kali menjalankannya akan muncul jendela License Agreements. Klik I Agree. Jika muncul sebuah dialog yang menawarkan Anda untuk melakukan pencarian terhadapa instaler Windows XP, klik No saja.


  2. Yang pertama Anda lakukan adalah menentukan lokasi Setup Windows XP, untukitu klik tombol yang beruliskan [...] pada input Source (path to Windows Instalation files).

  3. Tentukan Lokasi Setup Windows XP
  4. Pada jendela Browse for folder yang muncul tentukan lokasi Installer Windows XP Anda. Ingat, yang Anda tentukan adalah lokasi Instaler atau Setup Windows XP. Bukan lokasi Windows yang sudah teinstall yaitu di C:\Windows\.

  5. Tentukan Lokasi Setup Windows XP
  6. Selanjutnya pada input Custom yang ada dibawahnya, masukkan folder yang Anda ingin sertakan dalam Live CD Windows. Misalkan software portable sepeti PCMAV atau FastStone Capture. Jika Anda tidak ingin menyertakan file apapun, biarkan saja kosong.

  7. Custom Folder untuk Live CD Windows
  8. Input yang ketiga adalah, Output File, secara default Output file akan di letakkan di folder instalasi Bart PE Builder pada sub folder "Bart PE". Anda bisa merubah nama foldernya, namun tidak bisa merubah pathnya secara keseluruhan. Biar ga bingung biarkan saja seperti default.

  9. Lokasi Output Live CD Windows
  10. Kini saatnya Anda melakukan proses build. Anda bisa memilih media yang Anda suka, jika Anda ingin membakarnya langsung ke CD, silahkan pilih Burn to CD/DVD.

  11. Buat Live CD Windows
  12. Jika Anda belum memiliki CD atau DVD, Anda bisa membuatnya ke file ISO telebih dahulu. Untuk itu pilih Create Iso Image. Dan tentukan lokasi penyimpanan File ISO. Setelah Anda sempat membeli CD, baru file ISO tersebut Anda bakar ke CD dengan program pembakar sepeti Nero.

  13. Buat ISO Live CD Windows
  14. Untuk mulai melakukan proses pembuatan Live CD Windows klik tombol Build. Maka akan muncul sebuah jendela yang menampilkan proses pembuatan Live CD Windows Anda.

  15. Proses pembuatan Live CD Mulai
  16. Tunggu hingga proses selesai. Jika sudah selesai Anda bisa menutup jendela build dan menutup jendela Bart Pe Builder.

Sampai disini proses pembuatan Live CD Windows sudah selesai. Untuk mencoba menggunakannya, silahkan masukkan Live CD Windows tersebut ke CD/DVD drive Anda. Kemudian restart komputer. Pada saat windows mulai restart, masuklah ke bios dan set agar CD/DVD menjadi First Boot Device. Tunggu hingga Anda masuk kelingkungan Live CD Windows seperti Anda masuk ke Windows yang terinstal di komputer.

Tampilan live CD Windows ini sedikit berbeda dengan tampilan Windows XP yang biasa Anda pakai. Live CD Windows ini tidak mempunyai taskbar seperti Windows biasanya. Yang ada hanyalah sebuah tombol Start. Pada Live CD Windows, Anda bisa menemukan beberapa program yang bisa Anda gunakan, seperti A43 File Management untuk menajemen file layaknya Windows Explorer, Word Pad, CMD, Check Disk utility dan beberapa program lainnya. Namun, jika Anda membutuhkan program lain terinstal pada live CD ini, Anda bisa menambahkannya melalui tombol Plugins yang ada pada jendela Bart PE Builder tadi. Daftar plugin-plugin yang bisa Anda tambahkan bisa Anda lihat di Bart PE Builder Plugins.

Bagaimana cara menambahkan pluigins tersebut pada Live CD Windows? Caranya akan saya bahas dilain kesempatan. Jika Anda ingin saya membahasanya, silahkan ajukan melalui kotak komentar. Sekian dulu tutorial singkat cara membuat Live CD Windows XP. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Download Bart PE Builder

Membuat Custom CD/DVD Instalasi Windows XP

Setelah beberapa hari ini Dunia Komputer membahas tentang jaringan, saya selingi dulu dengan topik yang berbeda. Bagi teman-teman yang masih ingin mengetahui tentang jaringan lebih jauh, nanti saya post lagi tentang jaringan. Artikel ini saya buat karena ada teman Dunia Komputer di Facebook yang sempat menanyakan ini. Dan dia juga sudah lama menunggu tutorial ini. Sebetulnya yang ditanyakan adalah bagaimana cara membuat bootable CD Setup Windows XP. Sedangkan yang dia punya adalah file hasil copy dari CD. Jika file tersebut di copy begitu saja ke CD untuk melakukan instalasi Windows XP, maka CD tersebut tidak akan bisa dipakai untuk boot.

CD instalasi Windows XP yang akan kita buat ini juga bersifat Unattended Setup. Apa itu Unattended Setup? Mungkin banyak dari Anda yang belum paham atau mendengar istalh ini. Secara sederhana saya bisa katakan dengan CD Unattended Setup Windows XP Anda tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada saat melakukan installasi Windows XP. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan kita sediakan pada saat proses pembuatan CD Bootable Windows XP yang akan kita lakukan. Mungkin Anda yang pernah membaca dan telah mempraktekkan tutorial saya tentang Install Windows XP dari Flashdisk sudah mengetahuinya.

Selain itu, dengan cara membuat CD/DVD Instalasi Windows XP ini, Anda juga bisa memasukkan Service Pack (SP); update dan hotfix; Driver hardware seperti driver motherboard, VGA, dll; ke instalasi Windows XP. Jadi dengan cara ini Anda bisa membuat CD/DVD Instalasi Windows XP yang terintegrasi dengan update, hotfix, driver dan sedikit tweak. Selain itu, dalam proses instalasi windows XP tersebut Anda tidak usah lagi menungguinya untuk memjawab semua pertanyaan yang muncul.

Untuk membuat CD/DVD Instalasi Windows XP yang terintegrasi dengan driver, hotfix dan update ini, Anda memerlukans ebuah software bernama NLite. Anda bisa mendownload Nlite melalui link yang saya sediakan di akhir artikel.

Langsung saja kita simak cara membuat custom CD/DVD Instalasi Windows XP. Saya anggap Anda sudah mendownload NLite dan telah menginstalnya. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Ynag pertama Anda lakukan adalah mengcopy CD instalasi Windows XP Anda ke harddrive. Jika Anda sudah mempunyai sebuah copy di harddrive lewati langkah ini. Jika belum, masukkan CD Instalasi Windows XP, kemudian Copy dan Paste isi CD tersebut ke sebuah folder. Misalkan kita namai folder tersebut dengan "Window XP Setup".

  2. Jika sudah, jalankan NLite. Pada jendela wizard pertama NLite klik Next.

  3. Pada jendela selanjutnya, Anda diminta menentukan lokasi setup Windows XP. Untuk itu klik tombol Browse dan cari folder tempat menyimpan istalasi Windows XP tadi yaitu folder "Windows XP Setup". Kemudian NLite akan melakukan scanning untuk mengetahui versi Windows XP tersebut. Setelah itu, klik Next untuk melanjutkan.

  4. Pilih lokasi setup windows XP
  5. Kemudian akan muncul jendela import session. Jendela ini berfungsi untuk meload session yang pernah Anda buat. Tapi karena Anda baru pertama kali melakukan ini, lewati saja dengan mengklik Next.

  6. Di jendela selanjutnya, Anda diminta untuk menetukan apa saja yang ingin Anda integrasikan ke CD Setup nanti. Klik pada setiap tombol yang Anda ingin integrasikan. Tobol-tombol tersebut adalah:

    • Service Pack - Untuk mengintegrasikan Service Pack

    • Hotfixes, Addons, and Update Packs - Untuk mengintegrasikan hofix, addon atau update

    • Drivers - Untuk mengintegrasikan driver.

    • Components - Untuk menghapus kompenen windows, seperti MS. Paint, Wordpad, Driver Bawaan Windows, dll

    • Unattended - Untuk mengintegrasikan unattended setup yaitu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat setup Windows XP.

    • Options - Merubah setting Windows, seperti folder default dari instalasi, dokument, atau folder temporari, dll.

    • Tweaks - Untuk melakukan sedikit tweak terhadap windows, seperti menentukan icon-icon yang muncul pada desktop, tweak terhadap start mune, tweak terhadap explorer, dll

    • Bootable ISO - Pilih options ini jika Anda menginginkan hasil dari proses ini berbetuk file iso.


  7. Untuk tutorial ini saya akan mengintegrasikan beberapa opsi, yaitu: Service Pack(SP3), HotFix, Drivers, Unattended, Bootable ISO. Anda juga boleh memilih opsi yang lain sesuai dengan kebutuhan. Namun ingat ,kesalahan sedikit menyebabkan hasil Instalasi Windows tidak stabil (terutama kesalahan pada tweaks). Klik Next untuk melanjutkan.

  8. Pilih opsi yang akan di integrasikan
  9. Sekarang, Anda diminta menentukan lokasi Service Pack. Klik tombol Select dan pilih service Pack. Selanjutnya klik Next.


  10. Selanjutnya integrasikan HotFix, untuk itu klik Insert dan pilih HotFix yang ingin diintegrasikan. Klik lagi tombol insert untuk memasukkan hotfix yang lain. Jika sudah klik Next.

  11. Integrasikan Hotfix ke Setup Windows XP
  12. Pada jendela selanjutnya masukkan diver yang ingin Anda sertakan. Misalkan driver motherboard atau VGA. Untuk itu klik Insert dan pilih multiple drivers jika driver Anda terdiri dari beberapa file dan folder.

    Integrasikan Driver ke Setup Windows XP
    Pada dialog yang muncul pilih folder driver.


    Pada dilaog selanjutnya, pilih driver yang dintegrasikan ke installer Windows XP. Jika Anda tidak yakin, klik tombol All dan klik OK. Ulangi lagi jika ingin memasukkan driver yang lain. Kemudian klik Next.

    Pilih semua driver

  13. Selanjutnya Anda masuk pada opsi unattended. Tugas Anda adalah memasukkan, jawaban atas pertanyaan yang akan muncul pada setup windows XP. Pertanyaan yang muncul biasanya adalah CD key, User, dan Regional. Untuk itu kita hanya akan mengisi input-input tersebut saja. Yang lainnya bisa Anda isi dan bisa juga tidak.

  14. Pada tab General, masukkan product key pada iput yang tersedia. Pilih juga mode unattended. Disini saya akan memilih mode Hide Pages. Karena saya tidak akan menunggui setup. Namun, jawaban harus tepat semua.

  15. Masukkan CD Key dan Mode
  16. Kemudian klik Tab User. Pada tab ini, tambahkan seorang user dengan mengklik tombol Add. Masukkan username pada input user. Misal My PC Spot. Berikan hak user apakah Administrator atau user biasa. Anda juga bisa memberikan password pada masing-masing user.

  17. Masukkan data user
  18. Selanjutnya klik tab Regional. Pilih bahasa yang Anda gunakan melalui pilihan Language. Tentukan pula Localization, Location dan Time Zone. Untuk keyboard biarkan saja US.

  19. Pilih Bahasa
  20. Saya rasa itu saja yang input yang harus dilengkapi. Selanjutnya klik Next.

  21. Selanjutnya akan muncul sebuah dialog yang menanyakan apakah Anda ingin memulai proses? Klik Yes untuk memulai proses integrasi hal-hal yang telah Anda lakukan tadi. Proses ini bisa memakan waktu yang cukup lama, jika banyak driver dan hotfix yang integrasikan. Jika proses telah selesai, Anda dapat melihat ukuran file hasil integrasi Anda. Jika ukuran file tersebut lebih dari 1 CD, maka gunakanlah sebuah DVD. Klik tombol Next untuk melanjutkan.

  22. Proses integrasi sudah selesai
  23. Pada halaman berikutnya, Anda bisa langsung mem-burning hasil tadi ke CD/DVD atau membuat file ISO. Jika Anda ingin langsung membuat CD/DVD bootable Windows XP tadi, masukkan CD/DVD blank Anda ke drive burner Anda dan pilih direct Burn pada opsi Mode. Untuk memulai malukan proses burn klik tombol Burn. Jika Anda ingin membuat file ISO, pilih Create Image pada opsi Mode dan klik Make ISO. Anda akan diminat untuk menentukan lokasi dan nama file ISO. Tunggu hingga proses selesai.

  24. Buat CD/DVD instalasi Windows XP
  25. Jika proses telah selesai, klik Next. Pada jendela berikutnya klik Finish.

Kini proses pembuatan custom CD/DVD Instalasi Windows XP telah selesai. Anda bisa menggunakan CD/DVD Instalasi tersebut untuk melakukan instalasi Windows XP.

Sekian tutorial membuat custom CD/DVD Instalasi Windows XP. Semoga bermanfaat! Maaf saya tidak bisa mengulas semua fungsi-fungsi dari NLite. Tangan saya uda pegel sekali mengetik artikel ini. Jika ada pertanyaan silahkan ajukan melalui kotak komentar atau melalui form Contact Us. Saya akan berusaha membantu sebatas kemampuan saya!

Download Nlite